Kisah Eric.pse: Dari Cerita Penerbangan, Jutaan Pengikut hingga Membangun Ekosistem Bisnis Travel Digital

Jakarta (Riaunews.com) — Dunia penerbangan menjadi bagian penting dalam perjalanan Eric Purnomo, S.E. atau yang dikenal luas dengan nama Eric.pse. Melalui konten mengenai penerbangan, pilot, awak kabin, perjalanan, keluarga, inspirasi, dan motivasi, Eric membangun komunitas sekaligus personal branding di media sosial.

Akun TikTok @eric.pse tercatat memiliki sekitar 1,5 juta pengikut berdasarkan data publik yang terindeks pada 2026. Dengan identitas “Salam Satu Langit”, konten Eric tidak hanya menampilkan aktivitas di dunia penerbangan, tetapi juga mengangkat cerita manusia di balik perjalanan tersebut.

Konten-konten tersebut antara lain mengangkat perjuangan, keluarga, impian, hingga pengalaman para pekerja di industri penerbangan. Salah satu cerita yang mendapat perhatian adalah kisah seorang ibu yang baru mengetahui bahwa pesawat yang ditumpanginya diterbangkan oleh anaknya sendiri.

Pendekatan tersebut membuat penerbangan menjadi latar dari cerita yang lebih luas. Pesawat tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam mengejar pendidikan, pekerjaan, keluarga, maupun cita-cita.

Identitas “Salam Satu Langit” juga memperkuat pesan tersebut. Melalui kontennya, Eric membawa tema mengenai keberanian mengejar impian, perjuangan, keluarga, dan kehidupan di balik profesi penerbangan.

Popularitas di media sosial kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesional Eric di industri perjalanan. Profil profesional publiknya mencantumkan keterlibatan sebagai founder PT Graha Lintas Persada serta sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan Graha Group, termasuk Graha Tiket dan Graha Travel.

Aktivitas tersebut juga berkaitan dengan pengembangan VELOSITA, sistem reservasi perjalanan yang menggunakan pendekatan B2B dan B2C.

Dari Kreator Konten ke Pengembangan Ekosistem Travel Digital

Eric PSE Kembangkan Bisnis Reservasi Perjalanan Digital

Perjalanan Eric tidak berhenti pada aktivitas sebagai kreator konten. Ia turut mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan ticketing, reservasi perjalanan, dan teknologi digital.

Melalui ekosistem VELOSITA, bisnis travel diarahkan untuk memanfaatkan sistem digital dalam mengelola berbagai transaksi perjalanan. Produk yang tersedia mencakup tiket pesawat, kereta api, hotel, kapal, bus, shuttle travel, tiket wisata, serta sejumlah layanan transaksi digital lainnya.

Pendekatan tersebut menempatkan agen perjalanan sebagai bagian penting dalam ekosistem digital. Pelaku UMKM, reseller tiket, agen pemula, biro travel hingga pengusaha tour travel dapat memanfaatkan sistem untuk mengembangkan layanan perjalanan mereka.

Informasi pada ekosistem Graha Tiket juga mencantumkan jaringan lebih dari 50.000 mitra agen di Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan skala jaringan yang dibangun melalui bisnis agen perjalanan berbasis sistem digital.

Bagi pelaku usaha, keberadaan sistem digital dapat membantu mereka masuk ke industri perjalanan tanpa harus membangun seluruh infrastruktur teknologi sendiri. Agen dapat mengelola transaksi melalui perangkat digital sekaligus mengembangkan pemasaran melalui kanal online.

Konsep tersebut juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memulai bisnis dari skala kecil. Pemilik usaha dapat memanfaatkan smartphone, media sosial, database pelanggan, serta sistem reservasi untuk membangun layanan perjalanan secara bertahap.

Namun, teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung. Keberlanjutan bisnis tetap membutuhkan kemampuan pemasaran, pelayanan kepada pelanggan, konsistensi, pengelolaan usaha, serta kemampuan membangun kepercayaan.

Dalam konteks tersebut, perjalanan Eric.pse memperlihatkan perpindahan dari aktivitas membangun cerita di dunia penerbangan menuju pengembangan ekosistem bisnis yang berkaitan dengan industri perjalanan.

Membangun Peluang Bisnis di Balik Industri Perjalanan

Industri perjalanan memiliki rantai bisnis yang luas. Satu perjalanan konsumen dapat melibatkan tiket pesawat, hotel, transportasi darat, kereta api, kapal, hingga berbagai kebutuhan perjalanan lainnya.

Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi agen dan pelaku UMKM untuk menawarkan lebih banyak produk kepada pelanggan. Sistem digital kemudian dapat membantu mereka mengelola berbagai kebutuhan tersebut melalui satu ekosistem.

Melalui VELOSITA, Eric dan ekosistem Graha mengembangkan pendekatan yang menghubungkan sistem reservasi, agen perjalanan, kanal B2B, kanal B2C, dan peluang pengembangan bisnis.

Bagi pengusaha lokal, model tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun bisnis travel dengan identitas sendiri sekaligus memperluas jangkauan pelanggan. Pelaku usaha tidak hanya bergantung pada transaksi langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan website dan kanal digital untuk melayani konsumen.

Gagasan tersebut sejalan dengan perjalanan Eric yang sejak awal membangun komunikasi melalui cerita. Jika konten penerbangan memperkenalkan sisi manusia dari perjalanan, aktivitas bisnisnya memperluas perspektif tersebut ke sisi ekonomi di balik mobilitas masyarakat.

Dari sana, perjalanan Eric.pse menunjukkan bagaimana pengalaman di dunia penerbangan dapat berkembang menjadi aktivitas di industri travel dan teknologi.

Pesan yang muncul dari perjalanan tersebut juga berkaitan dengan gagasan bahwa seseorang tidak harus menunggu memiliki perusahaan besar untuk memulai usaha. Dengan dukungan teknologi, bisnis dapat dimulai dari skala yang lebih kecil dan dikembangkan secara bertahap.

Pada akhirnya, teknologi tidak menggantikan peran pengusaha. Teknologi menyediakan sarana, sementara pelayanan, pemasaran, kerja keras, dan kemampuan membangun kepercayaan pelanggan tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis.

Bagi Eric.pse, perjalanan dari konten penerbangan menuju bisnis travel digital menjadi bagian dari perjalanan profesional yang mempertemukan cerita, komunitas, teknologi, dan peluang kewirausahaan dalam satu ekos