TanahDatar (Riaunews.com) – Petugas Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan tinggi kolom abu erupsi Gunung Marapi tidak dapat diamati karena letusan berlangsung pada malam hari.
Namun, aktivitas erupsi terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik.
“Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik,” kata Bilal.
Dentuman Erupsi Terdengar hingga Permukiman
Dentuman dan suara gemuruh akibat erupsi terdengar hingga sejumlah permukiman warga. Yulisman, warga Nagari Sariak, mengaku mendengar suara dentuman disertai gemuruh dari arah Gunung Marapi.
“Terdengar dentuman disertai gemuruh dari arah Gunung Marapi. Posisi Nagari Sariak,” ujarnya.
Selain suara erupsi, warga juga melaporkan adanya hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.
Hujan Abu Mengguyur Sejumlah Wilayah Agam
Hujan abu dilaporkan terjadi di kawasan Madang, Gobah, Simpang Bukik, Sungai Pua, Lasi, Canduang, Bukik Batabuah hingga Ampek Angkek.
“Ada laporan hujan abu di Bukik Batabuah, Lasi, Sungai Pua dan sekitaran Ampek Angkek,” kata Yendra, warga Agam.
Kondisi tersebut membuat warga di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak erupsi, terutama paparan abu vulkanik.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Marapi dan memperhatikan arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas maupun dampak erupsi.
