RIAUNEWS.COM – Semangat sportivitas dan silaturahmi mewarnai pelaksanaan Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026 yang digelar di GOR Acxon Sport, Jalan Kayu Manis, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Kamis, 24 September 2026.
Ajang olahraga yang berlangsung selama empat hari ini diikuti sebanyak 374 peserta, terdiri dari berbagai kelompok umur hingga kategori eksekutif.
Khusus kategori eksekutif diikuti 51 pasangan yang turut ambil bagian dalam pertandingan.
Dengan total hadiah mencapai Rp50 juta, turnamen ini tidak hanya menjadi arena adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan kebersamaan para pencinta bulu tangkis dari berbagai daerah se Provinsi Riau.
Ketua Panitia, Kompol H. Herman Pelani, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dengan semangat silaturahmi.
Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur. Sedangkan sistem skor pertandingan diubah menjadi 3 x 15 poin.
Perubahan ini sebagai ajang sosialisasi karena Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang akan berlaku 4 Januari 2027, mendatang.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga menjadi ruang untuk bersilaturahmi, menjaga kebersamaan dan mempererat persaudaraan antar sesama,” ujar mantan Kapolsek Kandis tersebut kepada wartawan di Pekanbaru.
“Mengenai sistem skor 3 x15 sengaja kita lakukan sebagai ajang sosialisasi masyarakat,”sambungnya.
Meski memiliki kesibukan dalam tugas kepolisian di Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Riau, Herman Pelani tetap memberikan perhatian terhadap kegiatan positif masyarakat, khususnya olahraga yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana penuh keakraban.
Menariknya, masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis di GOR Axon. Sementara para peserta juga mendapatkan kaus turnamen sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan.
Selama empat hari, GOR Axon pun menjadi titik berkumpulnya para pegiat bulu tangkis, keluarga, sahabat dan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati suasana kebersamaan.
“Dari lapangan badminton, persahabatan tumbuh, silaturahmi terjaga, dan kebersamaan terus menyala,”tutup Herman.***
