Teluk Kuantan (Riaunews.com) – Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional Kharisma Event Nusantara (KEN) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai masih minim dibandingkan dengan potensi ekonomi dari jutaan wisatawan yang datang menyaksikan perlombaan tersebut.
Hasil rapat evaluasi pelaksanaan Pacu Jalur mengungkapkan PAD yang berhasil diperoleh selama kegiatan hanya sekitar Rp729 juta. Kondisi itu mendapat sorotan karena masih banyak aktivitas dan fasilitas yang berpotensi menjadi sumber PAD, tetapi belum ditetapkan sebagai objek penerimaan daerah.
Praktisi hukum sekaligus aktivis sosial Amrizal Amin, SH, mengatakan pemerintah daerah perlu mengoptimalkan berbagai sumber PAD saat pelaksanaan Pacu Jalur. Salah satunya melalui penataan parkir di sejumlah fasilitas milik pemerintah daerah yang selama ini digunakan masyarakat sebagai lokasi parkir.
“Plt Bupati harus tahu soal ini. Jika ada rencana menertibkan penerimaan PAD ke depan,” kata Amrizal.
Potensi PAD dari Parkir
Amrizal mencontohkan Taman Hutan Kota Pulau Bungin, Lapangan Limuno, serta halaman gedung milik Pemkab Kuansing di sekitar arena Tepian Narosa Teluk Kuantan. Menurut dia, fasilitas tersebut secara fungsi bukan merupakan area parkir, tetapi setiap tahun digunakan sebagai lokasi parkir saat Pacu Jalur.
“Untuk Plt Bupati ketahui itu terjadi karena tidak dimasukkan ke dalam objek yang menyumbang PAD,” ujarnya.
Ia memperkirakan sektor parkir saja berpotensi menghasilkan PAD sedikitnya Rp1,8 miliar selama lima hari pelaksanaan Pacu Jalur. Dengan asumsi 5.000 kendaraan roda dua membayar Rp50 ribu per kendaraan selama lima hari, potensi penerimaan mencapai Rp1,25 miliar. Sementara 5.000 kendaraan roda empat per hari dengan tarif Rp20 ribu selama lima hari berpotensi menghasilkan Rp500 juta.
“Jika asumsi dinaikkan PAD bisa lebih Rp2 miliar,” katanya.
Selain parkir, Amrizal menilai pemerintah daerah perlu mendata dan mengoptimalkan penerimaan dari sektor hotel dan restoran. Pendataan dapat mencakup hotel, wisma, homestay, restoran, kedai, hingga warung makan yang beroperasi selama Festival Pacu Jalur.
Ia berharap penertiban sumber PAD tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk memasang CCTV di sekitar arena guna mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, memperlebar ruas jalan untuk mengurangi kemacetan, serta membangun fasilitas umum seperti kamar mandi dan toilet.
