Bocah SD di Pekanbaru Bikin Kagum, Mampu Merakit Komputer Secara Otodidak

Daerah3 Dilihat

RIAUNEWS.COM – Ditengah gemerlap perkembangan teknologi digital, sebuah kisah sederhana namun menginspirasi tumbuh dari seorang bocah sekolah dasar di Kota Pekanbaru, Riau.

 

Namanya Daffa Lutfi Ghosan. Usianya masih belia, namun rasa ingin tahunya terhadap dunia teknologi telah membawanya pada sebuah pencapaian yang tidak biasa.

 

Siswa kelas VI SD IT Future Islam School Pekanbaru itu mampu merakit sebuah personal computer (PC) secara mandiri. Bukan karena mengikuti kursus khusus, melainkan berawal dari rasa penasaran yang kemudian tumbuh menjadi kegemaran dan keterampilan.

 

Ada cerita menarik di balik PC rakitan tersebut.

 

Komponen demi komponen dikumpulkan Daffa menggunakan uang jajannya sendiri. Selama kurang lebih satu tahun, sebagian uang jajan sengaja disisihkan hingga akhirnya cukup untuk membeli perangkat yang dibutuhkan.

 

Bagi sebagian anak, uang jajan mungkin habis untuk membeli makanan atau memenuhi keinginan sesaat. Namun Daffa memilih cara berbeda. Ia mengubah sebagian uang jajannya menjadi modal untuk mewujudkan rasa ingin tahunya terhadap teknologi.

 

Tak berhenti di sana, Daffa juga belajar secara otodidak. Video tutorial di YouTube menjadi salah satu sumber belajarnya untuk mengenal komponen komputer, memahami fungsinya, hingga mempelajari bagaimana seluruh perangkat dapat dirakit dan bekerja menjadi satu kesatuan.

 

Pelan-pelan, rasa penasaran itu berubah menjadi keterampilan.

 

Daffa mulai mengenali berbagai komponen komputer, mempelajari cara pemasangannya, kemudian mencoba merakit sendiri. Proses tersebut tentu membutuhkan ketelitian dan keberanian untuk mencoba.

 

Hasilnya, sebuah PC rakitan berhasil diwujudkan.

 

Kemampuan Daffa tersebut kemudian menarik perhatian sejumlah wartawan yang datang langsung ke sekolah. Dengan wajah penuh percaya diri, ia memperlihatkan komputer hasil rakitannya sekaligus menjelaskan sejumlah komponen yang digunakannya.

 

Di balik tubuh kecilnya, terlihat semangat besar ketika Daffa berbicara mengenai komputer.

 

Ia bukan hanya tertarik menggunakan teknologi, tetapi juga ingin memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja.

 

Daffa masih ingin terus belajar dan mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi.

 

Ketertarikan Daffa terhadap dunia informatika ternyata bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.

 

Guru Informatika SD IT Future Islam School, Habil Maulana, mengatakan ketertarikan tersebut sudah terlihat sejak Daffa pertama kali menjadi siswa di sekolah tersebut.

 

“Dari awal masuk menjadi siswa di sini, ketertarikannya terhadap Informatika sudah terlihat,” kata Habil Maulana, Rabu, 12 Agustus 2026, di Pekanbaru.

 

 

Menurut Habil, ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kemampuan yang terus diasah Daffa melalui proses belajar secara mandiri.

 

Baginya, apa yang dilakukan Daffa merupakan contoh bahwa teknologi dapat menjadi ruang belajar yang luas bagi anak-anak, selama digunakan dengan cara yang positif.

 

Semangat belajar tersebut, kata Habil, perlu terus mendapatkan dukungan dari sekolah maupun keluarga.

 

Ia berharap kisah Daffa dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berani mempelajari dan menciptakan sesuatu melalui teknologi.

 

Sebab, inovasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia tumbuh dari rasa penasaran seorang anak.