Gajah Binaan PLG Minas Jovi Mati Setelah Dirawat Intensif 34 Hari

Lingkungan19 Dilihat

Siak (Riaunews.com) – Kabar duka datang dari dunia konservasi. Gajah binaan Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Jovi, mati pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan atas yang berkembang menjadi myopati berat atau kelemahan otot.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan gejala penyakit mulai muncul pada 1 Juli 2026. Saat itu Jovi mengalami kelemahan, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta kesulitan berdiri. Tim medis kemudian memberikan penanganan sesuai standar operasional melalui terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, menjelaskan kondisi Jovi sempat menunjukkan perbaikan. Kekakuan pada anggota tubuh berangsur berkurang, nafsu makan membaik, bahkan pada hari keenam perawatan gajah tersebut sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Hasil pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan penurunan tingkat infeksi setelah menjalani terapi.

Kondisi Memburuk hingga Meninggal

Meski sempat membaik, kondisi otot Jovi terus menurun hingga mengalami myopati berat yang membuatnya kembali tidak mampu berdiri. Pada Minggu (2/8/2026), Jovi berhenti makan dan minum. Sehari kemudian suhu tubuhnya meningkat hingga sekitar 40 derajat Celsius. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya. Namun, Jovi mengalami tremor hebat sebelum akhirnya dinyatakan mati pada pukul 20.47 WIB.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, tim medis langsung melakukan nekropsi serta mengambil sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Setelah seluruh proses selesai, jenazah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, gajah tersebut berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di Provinsi Riau.

BBKSDA Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang terlibat dalam perawatan Jovi. Balai juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera melalui perlindungan habitat, pengurangan konflik manusia dan satwa liar, serta dukungan terhadap berbagai program konservasi.