Yogyakarta (Riaunews.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram menggelar pelatihan literasi media sosial bagi pelajar SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti 27 siswa kelas XI dengan tujuan meningkatkan pemahaman pelajar agar lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Pelatihan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Yuni Retnowati, bersama dua mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Komunikasi, yakni Najwa Khoirun Mukholifah dan Deo Karunia Takbir.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami karakteristik penggunaan media sosial di kalangan remaja sekaligus mengenali berbagai risiko kejahatan digital yang kerap menyasar pengguna muda. Materi yang disampaikan mencakup penipuan online, love scammer, manipulasi emosional, hingga pemerasan digital.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pola komunikasi pelaku kejahatan digital dan tanda bahaya atau red flags yang perlu diwaspadai. Peserta turut belajar membedakan bentuk perhatian yang sehat dengan perilaku manipulatif di ruang digital.
Dibekali Simulasi dan Buku Digital
Tak hanya teori, pelatihan juga diisi dengan sesi praktik melalui diskusi kasus nyata dan simulasi komunikasi aman di media sosial. Siswa diajak menyusun checklist aman bermedia sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pengabdian juga membagikan buku digital berjudul Cerdas dan Aman Bermedia Sosial: Buku Saku Literasi Digital sebagai bahan pendamping pembelajaran. Buku tersebut memuat rangkuman materi pelatihan mulai dari jenis kejahatan digital, pola komunikasi pelaku, tanda bahaya, hingga langkah pencegahan dan penanganan.
Menurut Yuni, literasi media sosial penting diberikan sejak dini karena pelajar SMA merupakan kelompok pengguna aktif media sosial.
“Kami ingin siswa tidak hanya aktif, tapi juga paham risiko dan tahu cara melindungi diri. Mereka berhak aman di ruang digital,” ujarnya.
Peserta menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Tim pengabdian berharap pelatihan itu menjadi langkah awal dalam membangun ruang digital yang lebih sehat dan aman bagi pelajar di Yogyakarta.
