RIAUNEWS.COM – Pembangunan Jembatan Presisi Tahap II yang menghubungkan Desa Pangkalan Terap dengan Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari ke-11 pengerjaan, Sabtu (2/5/2026), capaian pembangunan telah mencapai 80 persen.
Jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter ini nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat dalam mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian antar desa.
Pengerjaan dilakukan secara bersama-sama oleh Polsek Teluk Meranti, teknisi, dan warga setempat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Adapun pekerjaan yang dilakukan pada hari ke-11 meliputi proses pengecatan rangka dan lantai jembatan, serta pembersihan area sekitar lokasi pembangunan.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, melalui Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicki Rizky menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
IPDA Vicki Rizky menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan jembatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang turut membantu proses pembangunan. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan antara Polri dan warga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat besar bagi kepentingan bersama,” ujar IPDA Vicki.
Pembangunan Jembatan Presisi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
