Pekanbaru (Riaunews.com) – PSPS Pekanbaru memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 Indonesia musim depan setelah berhasil keluar dari ancaman zona degradasi. Kepastian itu diraih usai tim berjuluk Askar Bertuah menunjukkan tren positif pada putaran ketiga kompetisi.
Sejak awal musim, PSPS sempat terseok. Pada putaran pertama, tim hanya mampu finis di peringkat ke-7 dengan 12 poin, hanya terpaut empat poin dari zona play-off degradasi. Kondisi itu berlanjut di putaran kedua, di mana PSPS turun ke peringkat ke-8 dengan 21 poin, hanya unggul dua poin dari zona rawan.
Memasuki putaran ketiga, PSPS menghadapi tantangan berat dengan lima laga tandang. Empat pertandingan awal berakhir imbang, sebelum akhirnya tim meraih kemenangan perdana di pekan ke-23. Tren positif berlanjut hingga pekan ke-26 dengan total empat kemenangan yang mengangkat posisi PSPS ke peringkat ke-6 dengan 37 poin, sekaligus menjauh dari zona degradasi.
Peran Aji Santoso Angkat Performa Tim
Kebangkitan PSPS tidak lepas dari peran pelatih Aji Santoso yang kembali menangani tim di pertengahan musim. Ia menggantikan posisi Ilham Romadona dengan harapan mampu membawa PSPS bersaing di papan atas.
Meski datang saat kompetisi sudah berjalan dan dihadapkan pada keterbatasan pemain, Aji perlahan membangun kekuatan tim. Setelah bursa transfer dibuka, ia mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat lini pertahanan, tengah, hingga penyerangan.
Hasilnya, PSPS tampil lebih solid dan tidak terkalahkan sepanjang putaran ketiga. Aji menyebut capaian bertahan di Liga 2 menjadi bentuk apresiasi bagi para suporter, meski target promosi ke Liga 1 belum tercapai.
“Faktor kita tidak lolos ke Liga 1 salah satunya karena saya masuknya terlambat,” ujarnya.
Terkait masa depannya, Aji mengaku belum mengambil keputusan apakah akan tetap melatih PSPS musim depan. Ia memilih menunggu hingga laga terakhir melawan FC Bekasi City sebelum menentukan langkah selanjutnya.
