Selamat Tidur, Pak De….

In Memory, Ipung Sadewo Aryo Supono “

Profil121 Dilihat

Pekanbaru (RiauNews.com) – “Dewo Sudah sampai di Betung, Selamat Tidur Pak De,” demikian pesan singkat terkahir yang kuterima dari Ipung Sadewo Aryo Supono, Senin (9/2/2026) lalu. Tak disangka, pesan tersebut benar- benar pesan terakhir yang kuterima darinya, hingga hari ini terbetik kabar Dewo, demikian kawan- kawan memanggilnya, telah berpulang ke Rahmatullah untuk selamanya.

Dewo kukenal pertama kali adalah sosok pria yang datang bersilaturahmi ke rumah sekitar 15 tahun lalu. Ia bercerita panjang lebar tentang keinginannya untuk mendalami dunia jurnalistik dan memintaku untuk mengajarinya berbagai hal dalam hal menulis berita.

Saat itu ia menyebutkan bahwa pernah bekerja sebagai kameramen untuk statsiun TV7 di Kalimantan Tengah, namun karena sesuatu dan lain hal akhirnya harus hijrah ke Pekanbaru.

Keinginannya memang sangat kuat untuk menjadi wartawan, bahkan ia berusaha untuk membeli sebuah laptop untuk belajar menulis berita. Melihat minatnya yang menggebu, aku akhirnya mendampinginya untuk mendalami jurnalistik. Mulai dari menulis berita straight news, teknik wawancara, membangun jejaring hingga foto jurnalistik dan videografi,  berlahan kutularkan kepadanya, meskipun kuakui ketertarikannya lebih kepada videografi.

Selama berproses, Dewo kutempatkan sebagai wartawan RiauNews.com, hingga suatu ketika ia mengatakan ingin tunak pada jurnalis televisi.

“Pak De, Dewo diterima di Riau Televisi,” katanya kala itu. Aku senang mendengarnya karena aku yakin ia akan lebih baik ke depannya bila menggeluti dunia jurnalistik sesuai dengan minat bakatnya. Jelas sekali wajahnya saat itu berseri- seri menandakan apa yang diinginkannya terkabul.

Meski tidak lagi bersamaku, ia tetap laporan pagi ke rumah hanya sekedar untuk menyerumput secangkir kopi. Hal tersebut berlangsung cukup lama hingga ia ditugaskan ke Siak sebagai koresponden Riau Televisi. Namun tetap saja akhir pekan kami selalu bertemu berbagi cerita.

Bagiku sosok Dewo tidak sekedar sebagai teman se profesi saja, namun telah menjadi bagian dari keluarga. Sapaan “Pak De” yang disematkannya setiap kali menyapaku, adalah bentuk penghargaan yang ia berikan kepadaku.

Kini sapaan “Pak De”, yang diucapkan Dewo dengan keramahan khas dirinya tidak akan lagi kudengar seiring kepergiannya membawa sejuta kenangan.

Selamat tidur Adinda, semoga amal ibadahmu selama ini diterima Allah Azza Wa Jalla.