Pekanbaru (Riaunews.com) – Wilayah Provinsi Riau mulai dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring peralihan musim hujan ke musim panas. Hingga Rabu (11/2/2026), sedikitnya lima daerah dilaporkan mengalami kebakaran, yakni Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Indragiri Hilir (Inhil), Rokan Hilir (Rohil), dan Siak.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat peduli api masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan titik api dan melakukan pendinginan. Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Ghafur mengatakan, kebakaran di Pelalawan terdeteksi di Desa Sungai Upi dan Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar.
Di Kabupaten Bengkalis, api muncul di sejumlah titik, di antaranya Kecamatan Bandar Laksamana, Desa Air Putih, Desa Damai, Tanjung Medang Rupat, serta Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu. Sementara di Siak terdapat dua titik, namun dilaporkan telah padam. “Hari ini laporan dari daerah sudah padam semua yang di Siak,” ujar Jim Ghafur.
Untuk Kabupaten Indragiri Hilir, kebakaran terjadi di Desa Belantara Raya dan Teluk Bantaian. Sedangkan di Rokan Hilir, muncul satu titik baru di Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah cuaca panas yang rawan memicu kebakaran. Sejak awal Januari 2026 hingga saat ini, Karhutla tercatat terjadi di 10 kabupaten/kota di Riau dengan total luasan mencapai 182,76 hektare.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar yakni 65,51 hektare, disusul Indragiri Hilir 36,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, Kota Dumai 19,52 hektare, dan Pekanbaru 11,58 hektare. Sementara Siak tercatat 9,55 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, serta Indragiri Hulu 1,20 hektare.
