Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menyoroti kepemimpinan wasit Sance Lawita saat memimpin laga melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (31/1/2026) malam. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam sejumlah keputusan, terutama terkait hadiah penalti untuk tuan rumah.
Aji mengaku heran dengan proses eksekusi penalti Persiraja yang sempat diulang. Menurutnya, pada penalti pertama bola berhasil ditepis kiper, namun eksekusi ulang justru berlangsung dalam situasi yang tidak semestinya.
Ia menjelaskan, saat penalti kedua akan dilakukan, wasit terlihat berjalan ke arah kiper dan belum meniup peluit tanda permainan dimulai. Namun, pemain Persiraja sudah lebih dulu menendang bola dan gol tersebut tetap disahkan oleh wasit.
“Sepanjang saya bermain dan melatih sepak bola, penalti itu harus diawali peluit wasit dalam posisi berhenti. Tapi saat itu peluit belum ditiup,” ujar Aji.
Aji menambahkan, ia merasa jika eksekusi kedua tersebut kembali gagal, kemungkinan besar penalti akan diulang lagi. Meski demikian, ia menegaskan tidak bisa mengubah hasil pertandingan yang sudah terjadi.
Di luar polemik kepemimpinan wasit, Aji tetap memberikan apresiasi kepada Persiraja Banda Aceh. Ia menilai tim tuan rumah memang tampil solid dan dihuni pemain-pemain berkualitas.
Pada pertandingan tersebut, Persiraja mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 4-2. PSPS sempat tertinggal 3-0 sebelum memperkecil ketertinggalan lewat dua gol Asir Asiz, namun Persiraja memastikan kemenangan lewat gol tambahan di masa injury time.
