Lapas Pekanbaru Panen 300 Butir Telur per Hari, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pekanbaru, Sosial214 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Lapas Pekanbaru secara konsisten mengelola peternakan ayam petelur yang kini mampu menghasilkan ratusan butir telur setiap hari.

Saat ini, produksi telur ayam di Lapas Pekanbaru mencapai sekitar 300 butir per hari. Hasil tersebut tidak hanya menopang kebutuhan pangan internal, tetapi juga berkontribusi pada upaya swasembada pangan di tingkat lokal, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa panen telur ayam ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo serta 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di sektor ketahanan pangan nasional.

“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan penting Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Panen telur ayam ini juga menjadi wujud keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Yuniarto, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, program peternakan ayam petelur tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan sikap, kedisiplinan, serta kemandirian ekonomi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dengan keterbatasan lahan, Lapas Pekanbaru menerapkan teknologi sederhana melalui penggunaan kandang modern agar beternak tetap efisien dan berkelanjutan.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan setelah warga binaan bebas nanti, sehingga mereka mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Yuniarto.