BPJN Riau Dirikan 12 Posko Pantau Nataru di Jalur Penghubung Antarprovinsi

Spesial Riau194 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mendirikan 12 posko pantau selama peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Posko tersebut disebar di sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi penghubung Provinsi Riau dengan provinsi tetangga, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan.

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak, mengatakan posko Nataru ditempatkan di titik-titik strategis. Selain memantau kondisi lalu lintas dan kelayakan jalan, BPJN juga menyiagakan petugas serta alat berat untuk penanganan cepat jika terjadi kerusakan jalan atau longsor. “Selama Nataru kami mendirikan 12 posko pantau, lengkap dengan petugas dan alat berat,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Yohanis menambahkan, posko tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah sementara. Pengendara yang melintas bisa beristirahat sekaligus memperoleh informasi terkini terkait kondisi jalan yang akan dilalui selama perjalanan Nataru.

Adapun 12 lokasi posko pantau tersebut berada di ruas Simpang Balam–Simpang Batang, Simpang Batang–Simpang Kullim, Duri–Kandis, Rantau Berangin–batas Sumatera Barat, Ujung Tanjung–Bagan Siapi-api, Simpang Kayu Ara–batas Kabupaten Pelalawan, Simpang Lago–Siak Sri Indrapura, Simpang Lago–Sorek, Pematang Reba–Siberida, Tempuling–Tembilahan, Taluk Kuantan–Muara Lembu, serta Taluk Kuantan–batas Sumatera Barat.

BPJN mencatat total panjang jalan nasional di Provinsi Riau mencapai sekitar 1.258 kilometer. Dari jumlah tersebut, 43,37 persen atau 545,51 kilometer dalam kondisi baik, 49,57 persen atau 623,55 kilometer kondisi sedang, 6,84 persen atau 86,06 kilometer rusak ringan, dan 0,22 persen atau 3,80 kilometer rusak berat.

Selain jalan, BPJN Riau juga menangani 364 unit jembatan. Dari jumlah itu, 33 jembatan tercatat rusak parah, 320 rusak sedang, dan 11 rusak ringan. BPJN juga memetakan sejumlah titik rawan bencana, seperti banjir di ruas Siak Sri Indrapura–Mengkapan Buton dan Simpang Lago–Sorek, serta longsor di ruas Rantau Berangin–batas Sumbar, Duri–Kandis–Simpang Palas, dan Taluk Kuantan–batas Sumatera Barat.