BMKG Jelaskan Pola Siklon Tropis yang Berulang di Sekitar Indonesia

Lingkungan, Nasional545 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Munculnya bibit siklon dan siklon tropis secara berulang dalam beberapa waktu terakhir memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan fenomena tersebut menjadi rutinitas baru di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia memiliki pola periodik yang terjadi setiap tahun.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa siklon tropis terbentuk berdasarkan periodisasi di masing-masing belahan bumi. Di belahan bumi utara, siklon umumnya terjadi pada Juni hingga Desember, sementara di belahan bumi selatan berlangsung pada Desember hingga April. “Terdapat satu bulan overlapping, yaitu Desember, di mana siklon tropis di utara dan selatan bisa muncul bersamaan,” kata Guswanto dalam konferensi pers daring, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, periode tumpang tindih tersebut menyebabkan kemunculan siklon tropis dalam waktu berdekatan, seperti yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Guswanto menyebut kondisi ini wajar dan akan sering terjadi pada fase overlapping tersebut.

Guswanto menjelaskan, siklon tropis terbentuk dari gangguan atmosfer di atas lautan yang memiliki suhu hangat. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh posisi gerak semu matahari yang saat ini bergerak menuju titik terjauh di selatan hingga 22 Desember.

Saat matahari berada di wilayah selatan, pemanasan di perairan selatan Indonesia meningkat. Pemanasan tersebut menyebabkan suhu permukaan laut mencapai 26,5 derajat Celsius atau lebih, yang menjadi syarat utama pembentukan sistem siklon tropis.

Suhu laut yang hangat itu menyediakan energi panas dan kelembapan untuk pertumbuhan awan konvektif. Kondisi tersebut kemudian memicu terbentuknya bibit siklon maupun siklon tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca di wilayah Indonesia.