Wali Kota Pekanbaru Klarifikasi Polemik Pembongkaran Drainase dan Isu Tunda Bayar

Pekanbaru, Utama254 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memberikan klarifikasi atas sorotan publik terkait pembongkaran jembatan drainase oleh seorang kontraktor serta mencuatnya kembali isu hutang tunda bayar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Agung menegaskan pemerintahannya justru bekerja keras menyelesaikan beban hutang yang bukan berasal dari masa kepemimpinannya.

Agung menjelaskan bahwa tumpukan hutang tersebut merupakan sisa tunda bayar pekerjaan tahun anggaran 2023–2024, sebelum dirinya dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar menjabat. Ia menekankan bahwa meski hutang itu bukan dibuat pada masa pemerintahannya, Pemko tetap berkewajiban membayarnya sesuai aturan. “Hutang itu bukan kami yang buat. Tapi karena itu tanggung jawab Pemko sebagai lembaga, ya tetap kami bayarkan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Saat mulai memimpin Pekanbaru, Agung mendapati total hutang mencapai Rp467 miliar. Pemerintah kemudian menyusun skema pembayaran bertahap yang kini berhasil menurunkan angka tersebut menjadi sekitar Rp90 miliar. “Jadi kalau ada yang bilang kami tak membayar upah orang yang sudah bekerja, di mana letak tidak bayarnya?” katanya.

Agung menegaskan penyelesaian hutang tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap pembayaran harus melalui prosedur mulai dari audit, penelaahan berkas, hingga verifikasi administrasi. Ia memastikan pemko mengikuti seluruh mekanisme agar tidak melanggar ketentuan undang-undang. “Tidak bisa asal bayar tanpa mematuhi mekanisme,” tegasnya.

Terkait pembongkaran drainase oleh kontraktor, Agung menyebut persoalan tersebut terjadi karena proyek itu termasuk dalam daftar tunda bayar dari tahun sebelumnya. Ia memastikan dinas terkait telah melakukan langkah penyelesaian bersama kontraktor agar pekerjaan dapat kembali berjalan sesuai ketentuan.

Agung menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat melihat data secara objektif dan tidak terpengaruh oleh opini yang beredar. “Silakan cek faktual, jangan berdasarkan katanya. InsyaAllah, hal ini tidak akan membuat kami lelah untuk terus berbuat bagi masyarakat Pekanbaru,” ujarnya.