Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Damkar Riau mencatat hingga kini masih terdapat empat kabupaten yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yakni Kampar, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Namun, petugas dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi kebakaran. “Ada di empat daerah. Pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan. Namun, tim juga sempat mengalami kendala dalam mendapatkan sumber air,” ujarnya, Kamis (13/11).
Edy menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau telah mengajukan kembali bantuan helikopter water bombing kepada pemerintah pusat. Sebab, seluruh helikopter yang sebelumnya bertugas di Riau telah ditarik kembali ke pusat karena masa kontraknya berakhir. “Helikopter di Riau sekarang tidak ada lagi, sudah ditarik ke pusat lagi. Tapi kami sedang mengajukan bantuan helikopter lagi mengingat saat ini masih terjadi Karhutla di Riau,” katanya.
Meski tanpa dukungan helikopter, Edy menegaskan bahwa situasi Karhutla di Riau masih terkendali. Pihaknya memaksimalkan peran tim darat untuk melakukan pemadaman langsung di titik-titik api. “Walaupun masih ada Karhutla, tapi masih terkendali. Beberapa daerah juga sudah turun hujan meskipun intensitasnya masih rendah,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Riau memiliki 11 unit helikopter yang disiagakan untuk penanganan Karhutla, di antaranya Blackhawk UH-60A (N61AA), Mi-BAMT (RA-22747), Mi-BAMT (RA-22834), dan Superpuma A533212 (P2-MHL). Sementara untuk water bombing digunakan helikopter Mi-8AMT (RA-22729), Blackhawk UH-60A (N260UH), Blackhawk UH-60A (N60CU), serta Kamov KA-320.
Adapun untuk helikopter patroli, jenis yang biasa digunakan antara lain Bell 505 (PK-WSA), Bell 206 1.4 (PK-FBI), dan Bell 412 SP (PK-DAS Kemenhut). Pemerintah Provinsi Riau berharap bantuan helikopter dapat segera dikirimkan agar proses pemadaman di lapangan lebih cepat dan efektif.
