Pekanbaru (Riaunews.com) – Elfyn Evans bertekad memberikan perlawanan maksimal kepada rekan setimnya di Toyota, Sebastien Ogier, dalam perebutan gelar juara dunia WRC musim ini. Dengan tiga putaran tersisa, pereli Inggris itu hanya tertinggal dua poin dari sang juara dunia delapan kali.
Evans kehilangan posisi puncak klasemen setelah dikalahkan Ogier di Reli Cile akhir pekan lalu. Ogier meraih kemenangan kelimanya musim ini dari delapan putaran yang diikutinya, sekaligus memperpanjang rekor podium 100 persen meski absen di tiga reli.
Sebelumnya Evans sempat unggul sembilan poin, namun kini harus mengejar ketertinggalan menuju WRC Eropa Tengah pada Oktober mendatang. “Semuanya masih terbuka. Kami akan memberikan yang terbaik di tiga putaran terakhir,” ujarnya.
Evans menilai performanya di Cile sudah menunjukkan peningkatan dibanding reli Paraguay tiga pekan sebelumnya. Ia sempat memimpin di awal lomba sebelum disalip Ogier pada Sabtu sore. “Perasaan saya campur aduk, tapi kecepatannya lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Meski begitu, Evans menyadari beratnya menghadapi Ogier yang dikenal sangat konsisten. Pada 2020 dan 2021, ia juga harus puas menjadi runner-up di belakang pereli asal Prancis berusia 41 tahun itu. “Kami tahu betapa cepatnya dia di mana pun. Itulah kenyataan yang harus kami hadapi,” ungkapnya.
Musim ini Evans sudah enam kali naik podium, sementara Ogier berpeluang mengamankan gelar kesembilannya. Pertarungan keduanya diprediksi akan berlangsung ketat hingga putaran terakhir di Jepang.
