Misano (Riaunews.com) – Marc Marquez gagal meraih kemenangan ke-15 musim ini setelah terjatuh pada sprint race MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Sabtu (13/9/2025). Start dari posisi keempat, Marquez langsung melesat ke posisi kedua di belakang Marco Bezzecchi sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan balapan. Namun, di Tikungan 15 tepat sebelum pertengahan lomba, pembalap Repsol Honda itu kehilangan kendali dan terjatuh.
Meski kehilangan 12 poin, peluang Marquez untuk mengunci gelar dunia tetap terjaga. Dengan enam seri tersisa, perebutan titel kini hanya menyisakan dua kandidat, yaitu Marc dan adiknya, Alex Marquez. Kondisi ini sekaligus menutup peluang Francesco Bagnaia mempertahankan gelarnya.
“Hal terpenting hari ini adalah hanya ada dua rider yang bisa menjadi juara, dan mereka berdua berasal dari keluarga Marquez,” ujar Marc seusai balapan. Ia menegaskan filosofi balapnya bahwa kesalahan adalah hal yang manusiawi dan bagian dari proses belajar.
Marquez mengakui start dan manuver menyalip Bezzecchi menjadi momen terbaiknya di balapan ini. “Saya sudah melakukan bagian tersulit, yaitu start dan menyalip. Tapi saya tidak memperhitungkan suhu ban saat memimpin, sehingga motor menutup dari depan,” jelasnya.
Selain membicarakan kesalahan teknis, Marquez juga menanggapi sikap sebagian penonton Italia yang bersorak ketika ia jatuh. Namun, ia memilih tidak memperpanjang polemik. “Dengan tindakan itu, mereka mendefinisikan diri mereka sendiri. Tidak perlu memberi lebih banyak sorotan,” ucapnya.
Menutup komentarnya, Marquez menyoroti performanya di kualifikasi yang hanya membawanya ke baris kedua. Ia berharap bisa tampil lebih konsisten dengan strategi ban berbeda di balapan utama Minggu. “Kami akan coba yang terbaik di Jepang nanti. Podium tetaplah hasil yang bagus jika kemenangan tidak tercapai,” katanya.
