KOPSINDO Resmi Berdiri, Siap Kawal Program Pemerintah dan Aspirasi Rakyat

Jakarta (Riaunews.com) – Komunitas Penggerak Potensi Indonesia (KOPSINDO) resmi berdiri sebagai organisasi nasional yang siap menghimpun dan mengoptimalkan potensi bangsa. Organisasi ini dipimpin oleh Drs. Rambun Sumardi, AK, M.Si. sebagai Ketua Umum Pimpinan Nasional.

KOPSINDO lahir dari semangat kolaborasi lintas sektor, dengan tujuan menghadirkan wadah yang bermanfaat dalam aspek sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

“Berdirinya KOPSINDO adalah langkah awal untuk menyatukan potensi masyarakat. Kami ingin KOPSINDO menjadi rumah besar yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat,” kata Rambun Sumardi usai rapat pengurus di kantor KOPSINDO, Rawamangun, Jakarta. Sabtu (6/9).

Dalam rapat itu, pengurus menyepakati dua agenda awal: membentuk kepengurusan di 25 provinsi serta menyiapkan program kerja strategis bersama pemerintah, khususnya kementerian terkait.

Perjalanan menuju legalitas organisasi ini tidak sebentar. Saat deklarasi 28 September 2024 di Gedung Joeang 45 Jakarta, nama yang digunakan masih Konfederasi Potensi Indonesia. Setelah itu sempat diubah menjadi Konfederasi Penggerak Potensi Indonesia, lalu Koordinator Penggerak Potensi Indonesia. Namun, semua ditolak Kemenkumham. Akhirnya, diputuskan menggunakan nama Komunitas Penggerak Potensi Indonesia (KOPSINDO) yang kemudian disetujui. Proses pengurusan badan hukum ini memakan waktu hampir tujuh bulan, hingga akhirnya KOPSINDO resmi memiliki legalitas sebagai badan hukum perkumpulan.

Dengan legalitas tersebut, KOPSINDO kini memiliki pijakan yang kuat. Rambun menegaskan, pihaknya siap mendukung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.

“Kami mendukung penuh program Presiden Prabowo yang pro-rakyat. Tapi jika ada kebijakan yang kurang berpihak, kami tidak akan ragu memberi masukan yang konstruktif,” ujarnya.

Ke depan, KOPSINDO menargetkan memperluas jaringan hingga ke daerah, dengan melibatkan akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat. Harapannya, program yang dilahirkan bisa langsung menyentuh kebutuhan rakyat dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan bangsa.(aft)