Tokopedia PHK Ratusan Karyawan, Imbas Sengitnya Persaingan E-Commerce

Jakarta (Riaunews.com)  – Tokopedia dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 420 karyawan dalam dua bulan terakhir. Dari jumlah itu, sekitar 240 orang dipangkas pada Agustus 2025. Pemangkasan terjadi di sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

CNNIndonesia telah mencoba mengonfirmasi kabar ini kepada Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-Commerce, Rizky Juanita Azuz. Namun hingga berita ini ditulis, pihak Tokopedia belum memberikan tanggapan resmi. PHK massal ini terjadi di tengah persaingan ketat e-commerce Indonesia pascaakuisisi Tokopedia oleh TikTok.

Shopee saat ini memimpin pasar e-commerce Tanah Air berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025. Sebanyak 53,22 persen pengguna internet Indonesia tercatat mengakses Shopee, naik dari 41,65 persen pada tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui Tokopedia dan TikTok Shop.

Data Momentum Works mencatat nilai transaksi e-commerce Asia Tenggara mencapai US$114,6 miliar pada 2023, dengan Indonesia menyumbang 46,9 persen atau US$53,8 miliar. Di pasar nasional, Shopee mendominasi dengan 40 persen pangsa transaksi, disusul Tokopedia 30 persen, Bukalapak 11 persen, TikTok Shop 9 persen, Lazada 7 persen, dan Blibli 4 persen.