Kefamenanu (Riaunews.com) – Bentrok pecah antara warga Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dengan warga Timor Leste akibat pemasangan patok koordinat baru oleh Unidade de Patrulhamento da Frontera (UPF). Peristiwa yang terjadi di kebun warga Saop’an pada titik koordinat 35, 36, dan 37 itu menyebabkan seorang warga Indonesia, Paulus Taeki Oki, tertembak di bahu kanan. Korban sempat dirawat di Puskesmas Inbate sebelum dirujuk ke RSUD Kefamenanu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Warga Inbate, Baltasar Sasi, mengatakan pemasangan patok sepihak itu mengancam lahan masyarakat seluas 12,60 hektare. Ia menyebut UPF bersama warga Timor Leste masuk ke wilayah Indonesia dengan membawa material patok baja ringan. Warga menolak pemasangan tersebut, namun UPF kembali dengan senjata dan melepaskan delapan kali tembakan hingga mengenai Paulus Oki.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menegaskan pihaknya sebelumnya sudah meminta pembangunan patok baru dipending melalui surat resmi. Menurutnya, pemasangan patok tanpa kesepakatan kedua negara berpotensi menimbulkan konflik. “Penembakan ini merupakan kejadian luar biasa sehingga harus ada penyelesaian baik,” ujarnya.
Reindi mengajak masyarakat mempercayakan masalah ini kepada pemerintah Indonesia. Ia menekankan diplomasi penting agar konflik tidak meluas, sementara TNI-Polri akan tetap mendampingi masyarakat di Desa Inbate. “Kami akan selalu hadir bersama warga menghadapi situasi ini,” kata Reindi.
