Menlu ASEAN Dorong Thailand dan Kamboja Gencatan Senjata

Jakarta (Riaunews.com) – Para Menteri Luar Negeri ASEAN menyerukan penyelesaian damai atas konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang pecah pekan lalu. Pernyataan bersama itu disampaikan pada Kamis (31/7/2025), menyusul ketegangan bersenjata yang menewaskan 38 orang dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi di wilayah Oddar Meanchey, Kamboja barat laut.

Dalam pernyataan tersebut, para Menlu ASEAN menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan secara damai dan sejalan dengan hukum internasional. Mereka juga menyerukan agar penyelesaian dilakukan sesuai prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Piagam ASEAN, dan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara, serta dalam semangat kekeluargaan, persatuan, dan ketetanggaan yang menjadi ciri khas ASEAN.

“Kami yakin itikad baik Kamboja dan Thailand akan menghasilkan implementasi gencatan senjata yang menyeluruh dan efektif, serta pelaksanaan semua keputusan dalam Pertemuan Khusus,” ujar pernyataan resmi para Menlu.

Selain itu, ASEAN menyatakan dukungan terhadap kesiapan Malaysia untuk mengoordinasikan tim pengamat dari negara-negara anggota ASEAN guna memverifikasi dan memastikan implementasi gencatan senjata secara imparsial.

Malaysia, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025, telah memfasilitasi negosiasi kesepakatan gencatan senjata pada Senin (28/7/2025) di kediaman resmi Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pejabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, serta perwakilan dua negara mitra wicara ASEAN, yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Kami mengapresiasi peran Malaysia dalam memfasilitasi dialog bilateral, serta peran Amerika Serikat dan partisipasi aktif Tiongkok dalam mendorong penyelesaian damai atas situasi ini,” lanjut pernyataan para Menlu ASEAN.

Konflik antara Thailand dan Kamboja meletus pada Kamis dini hari (24/7/2025) akibat sengketa wilayah perbatasan yang telah lama menjadi sumber ketegangan. ASEAN berharap gencatan senjata yang telah disepakati dapat dijalankan sepenuhnya demi meredakan krisis kemanusiaan dan menjaga stabilitas kawasan.