Bentrok memanas, Thailand berlakukan darurat militer di perbatasan Chanthaburi-Trat

Internasional567 Dilihat

Bangkok (RiauNews.com) — Bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di sepanjang perbatasan kembali memanas dan telah memasuki hari ke empat, Ahad (27/07/2025).

Sehari sebelumnya, Kamis (26/07/2025), pukul 05.10 pagi waktu setempat, pasukan Kamboja memperluas wilayah serangan hingga ke Ban Chamrak, Provinsi Trat. Menanggapi situasi tersebut, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat melancarkan serangan balasan.

Angkatan Laut Kerajaan Thailand kemudian meluncurkan operasi militer bertajuk “Trat Pikhat Pairee 1” guna memukul mundur pasukan Kamboja yang dilaporkan telah melanggar batas di tiga titik wilayah Thailand. Operasi tersebut berhasil menahan laju pasukan Kamboja pada pukul 05.40 pagi waktu setempat.

Sebagai respons terhadap eskalasi konflik, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat menetapkan status darurat militer di delapan distrik yang berada di Provinsi Chanthaburi dan Trat. Keputusan ini berlaku efektif segera untuk mengantisipasi ancaman terhadap keamanan nasional.

Darurat militer diberlakukan di tujuh distrik di Provinsi Chanthaburi, yakni Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, dan Khao Khitchakut. Satu distrik di Provinsi Trat, yakni Khao Saming, juga termasuk dalam kebijakan ini.

Selain itu, seluruh pos lintas batas darat dan laut di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja ditutup untuk sementara waktu. Komando Pertahanan Perbatasan mengumumkan sejumlah pembatasan, termasuk pelarangan kendaraan lintas batas, larangan pergerakan orang untuk kepentingan perdagangan dan pariwisata, serta penghentian seluruh aktivitas maritim di wilayah perairan yang berada di bawah pengawasan komando tersebut.

Langkah-langkah ini diambil guna memperkuat pengamanan perbatasan dan menjaga keutuhan wilayah kedaulatan Thailand.