25 September 2018
Home / Spesial Riau / Kampar / Warga Desa Sungai Harapan Merasa di ‘PHP’ Pemprov Riau

Warga Desa Sungai Harapan Merasa di ‘PHP’ Pemprov Riau

Penderitaan masyarakat delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, jika musim penghujan datang jalan ini tidak bisa dilalui. (Kredit: Istimewa)

SUNGAIGHARAPAN (RiauNews.com) – Tak kunjung dibangunnya jalan menuju delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, membuat warga merasa Pemprov Riau telah pemberi harapan palsu (PHP).

Hal ini disampaikan oleh Kades Sungai Harapan, Adiyus salah satu desa yang dilalui oleh jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan.



“Kami selaku kepala Desa Sungai Harapan merasa di PHP oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. Penderitaan demi penderitaan yang kami jalani sangat menyiksa kami selama ini. Sampai hari ini pemerintah hanya bisa Pemberi Harapan Palsu (PHP) terhadap kondisi jalan lintas alternatif Provinsi Riau di Rantau Satangkai. Kami sudah lama dan panjang waktu perjuangannya. Tapi tidak ada hasilnya sama sekali. Realisasi nya tidak ada keliatan sama sekali,” katanya dengan nada Selasa (27/3/18).

Menurutnya sudah 73 tahun Indonesia merdeka, namun masyarakat belum merasakan kemerdekaan, pasalnya tidak ada pembangunan sama sekali yang menyentuh tujuh desa tersebut.

“Kami masih belum merasakan kemerdekaan itu, layak nya kami masih dijajah oleh pemimpin kami sendiri.
Kami bersama desa-desa yang lain dan mahasiswa di sepanjang jalan ini, melalui HIPEMARS akan tetap berjuang agar kami bisa merasakan kemerdekaan tersebut,” ujarnya.

Dirinya menambahkan selaku Kades bersama masyarakat akan tetap mendukung penuh perjuangan mahasiswa.

“Saya mendukung penuh perjuangan mahasiswa karena ini untuk kemaslahatan bersama. Semoga suara kami ini di dengar dengan serius oleh pembuat kebijakan.” Imbuh Kades.

Jalan yang diperjuangkan masyarakat tersebut merupakan jalan tanah. Jika musim penghujan datang, sepanjang 14 Km jalan tersebut tidak bisa dilalui karena berlumpur . Akibatnya tak jarang masyarakat desa yang dilintasi jalan tersebut terisolir. Delapan desa yang dilintasi jalan tersebut adalah Desa Sei Rambai, Sei Sarik, Sei Raja, Muaraselaya, Tanjung Harapan, Lubuk Agung dan Tanjung Mas.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beberapa waktu lalu telah meninjau jalan tersebut dan berjanji akan menganggarkan pengaspalan jalan di APBD 2019. ***(Tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: