Warga bakar kantor Perusahaan HTI buntut sengketa lahan

Sejumlah kendaraan roda dua terbakar dalam aksi massa di kantor perusahaan HTI. (Foto: CNN)

Sarolangun (RiauNews.com) – Dua kantor dan base camp PT Samhutani, perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dibakar ratusan warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Peristiwa itu terjadi saat ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian sengketa lahan dengan PT Samhutani, Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Aksi massa tersebut berujung memanas setelah tuntutan mereka tidak dipenuhi hingga terjadi pembakaran kantor perusahaan PT Samhutani.

Baca: Lakukan pendataan dukungan masyarakat, Polri: Untuk pemetaan potensi konflik

“Tadi warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung aksi di PT Samhutani yang berujung terjadinya pembakaran oleh massa,” kata seorang karyawan Samhutani yang menolak ditulis identitasnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, dalam aksi itu, base camp dan kantor habis dibakar karena mereka menuntut pihak perusahaan hadir pada saat melakukan aksi.

“Selanjutnya kami menghubungi manajer atau humas perusahaan, tetapi situasi sudah terlanjur memanas karena warga tidak sabar,” ujarnya.

Baca: Konflik Lahan Masih Terjadi, Warga Jambi Sindir Jokowi

Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana membenarkan kejadian itu dan menyebut kejadian tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.

“Anggota kita sudah turun ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Dadan.

Konflik lahan antara warga Ladang Panjang dengan PT Samhutani telah berlangsung sejak beberapa tahun silam.

Warga menganggap lahan seluas empat ribu hektare yang terbagi di tiga desa, yakni Desa Ladang Panjang, Desa Gunung Kembang dan Desa Tanjung Rambai diserobot perusahaan.

Tuntutan warga juga tak kunjung ditanggapi perusahaan, walaupun Pemkab Sarolangun sudah beberapa kali turun tangan.***[CNN]

Komentar
%d blogger menyukai ini: