Sel 16 Safar 1441 H, 15 Oktober 2019
Home / Spesial Riau / Temuan Jikalahari Selama 17 Tahun, Lahan di Riau Sengaja Dibakar

Temuan Jikalahari Selama 17 Tahun, Lahan di Riau Sengaja Dibakar

Petugas melakukan pemadaman terhadap lahan gambut Riau yang terbakar. (Foto: RRI)

PEKANBARU (RiauNews.com) – Jaringan Kerjan Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) mendesak Jokowi memerintahkan Menteri, Panglima TNI, Kapolri, OJK dan Perbankan, BRG, BNPB, BMKG, Gubernur dan Bupati menghentikan polusi asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan hutan maupun non kawasan termasuk yang bergambut maupun mineral terutama lahan yang dikuasai korporasi Hutan Tanaman Industri dan perkebunan sawit.



“Temuan Jikalahari sepanjang 17 tahun, karhutla terjadi di atas lahan kawasan hutan maupun non kawasan hutan yang sengaja dibakar oleh individu maupun korporasi dengan modus untuk menghemat pengeluaran dan mempercepat proses penanaman. Paska kebakaran dominan lahan bekas dibakar dibersihkan lalu ditanami akasia-ekaliptus maupun sawit. Presiden Jokowi harus melakukan tindakan tegas dan serius,” kata koordinator Jikalahari Made Ali.

Pertama, Menteri Kesehatan menyediakan masker N95, posko khusus yang menyediakan oksigen dan oksigen portable, obat-obatan termasuk ruang khusus untuk evakuasi.

Kedua, Badan Penanggulangan Bencana Propinsi dan Daerah segera menyiapkan tempat evakuasi dan posko-posko informasi agar warga dapat melakukan tindakan evakuasi. Termasuk melakukan pemadaman berupa hujan buatan.

Ketiga, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi informasi terus menerus perkembangan hotspot, ISPU hingga lokasi yang lahannya terbakar maupun dibakar dan memberi peringatan dini kepada warga agar dapat segera mengambil keputusan.

Keempat, Gubernur dan Bupati/Walikota se Riau membuka posko-posko darurat asap yang berisi pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak asap berupa masker N95, oksigen dan oksigen portable, obat-obatan dan ruang khusus untuk evakuasi dan menyediakan rumah sakit paru di 12 kabupaten kota. Termasuk meliburkan tempat-tempat sekolah maupun kampus.*** Rls/tien.

Komentar