21 September 2018
Home / Spesial Riau / Kampar / Resmi Dikukuhkan, Datuk Rajo Dubalai Minta Pengurus Yayasan Matankari Lebih Giat 

Resmi Dikukuhkan, Datuk Rajo Dubalai Minta Pengurus Yayasan Matankari Lebih Giat 

Dari kanan, Datuok Rajo Dubalai, Nasrul, ketua umum Yayasan Matankari, Sekum M Ridho dan Malin Puti Bungsu Ongku Suhaimi Zein. (Kredit: Istimewa)

MUARATAKUS (RiauNews.com)-Sabtu (26/5/2018) pukul 1.00 WIB, dini hari, sekitar 50 orang pengurus Yayasan Matankari dikukuhkan di komplek Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, Kecamatan IIIX Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Yayasan Matankari adalah milik keluarga besar Siompu Niniok Datuok Ghajo Dubalai pucuk Adat Andiko 44 dan penguasa Soko Pisoko Jo Limbago Kedatuan Muotakui, Nasrul. Bertujuan untuk menghimpun dan menjemput soko. Baik soko yang berada soko, soko yg berada dipisoko maupun soko yang ada dilimbago agar kembali sandiko, sahino samalu, sakain sapamakaian dan tahu untuk dan tempat yang semestinya ditempati.



Dalam sambutannya, Nasrul pewaris ke 19 Kedatuan Muara Takus, meminta pengurus Yayasan Matankari lebih giat lagi bekerja mewujudkan program-program.” Ada beberapa program yang belum terealisasikan pada periode sebelumnya karena banyaknya kendala, saya berharap diperiode 2018-2023 program-program tersebut dapat terwujud,” kata Nasrul penuh harap.

Sementara itu ketua terpilih Amirullah mengatakan komposisi pengurus Yayasan Matankari periode 2018-2023 selain diisi oleh pengurus lama juga diisi oleh wajah-wajah baru yang berlatar belakang dari kalangan pecinta budaya dan dari media.

Dan Amir berharap dalam diperiode keduanya menjabat ketua harian Yayasan Matankari bersama pengurus dapat mewujudkan program seperti mendorong pemerintah daerah Kampar dan Pemprov Riau untuk segera membuat Perda tentang cagar budaya. Yayasan juga akan fokus terhadap percepatan pembangunan museum dan balai adat andiko serta istana puti bungsu di Muaratakus. Selain itu juga memprogres perda cagar budaya di Riau.

“Selain itu kita ingin membangunkan para pucuk adat Andiko dari tidur panjangnya untuk kembali bersama-sama menegakkan adat ditengah-tengah anak cucu kemanakannya yang kondisi saat ini semakin jauh dari nilai-nilah adat itu sendiri,” jelasnya

Sebelum dilakukan pengukuhan para pengurus Yayasan Matankari ini diberi penjelasan tentang adat, budaya dan tentang kejayaan Kedatuan Muara Takus yang dulunya merupakan pusat peradaban, oleh Ongku
Ongku Suhaimi Zein selaku Malin Puti Bungsu Kedatuan Muotakui, di Mushalla yang ada di Komplek Candi Muara Takus.

Rangkaian acara pelantikan ini diawali buka puasa bersama di rumah Siompu Niniok Datuok Ghajo Dubalai pucuk Adat Andiko 44 dan penguasa Soko Pisoko Jo Limbago Kedatuan Muotakui, Nasrul, ditutup dengan pengambilan sumpah setia kepada kedatuan oleh Malin Puti Bungsu Kedatuan Mauara Takus, Nasrul. Tien

Acara buka bersama pengurus dan pendiri Yayasan Matankari. Istimewa

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: