19 Desember 2018
Home / News / Politik / Politik Uang Lebih Berbahaya Daripada Berita Hoax

Politik Uang Lebih Berbahaya Daripada Berita Hoax

Paslon Gubernur Riau nomor urut 2 Lukman Edi-Hardianto berfoto bersama ketua tim pemenangan H Nurzahedi Tanjung SE dan pengurus DPC Partai Gerindra se Provinsi Riau. (Kredit: Tien/Riaunews.com)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Berbagai cara dilakukan oleh tim Paslon Kepala daerah demi menangnya calon kepala daerah yang mereka usung. Mulai dari cara yang elegan hingga menghalalkan segala cara seperti kampanye hitam menyerang Paslon yang merupakan rivalnya dengan menyebarkan berita hoax hingga politik uang.

Menurut Cagubri nomor urut 2 Lukman Edi dari cara-cara memenangkan Paslon Gubernur yang paling berbahaya adalah politik uang.



“Politik uang atau serangan fajar, ini sangat mempengaruhi pilihan masyarakat kepada Paslon kepala daerah. Kalau berita hoax pengaruhnya hanya 11 persen,” jelas Lukman Edi ditemui disela-sela acara kenduri DPD Partai Gerindra Riau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H, dikediaman ketua DPD Partai Gerindra Riau, H Nurzahedi Tanjung, Pekanbaru Sabtu (12/5/2018) malam.

Untuk itu Lukman Edi yang berpasangan dengan Hardianto ini meminta kepada Bawaslu Provinsi Riau dan jajarannya untuk lebih fokus mensosialisasikan sangsi pidana kepada pelaku politik uang

“Pelaku dan penerima politik uang itu sangsinya pidana 22 bulan itu yang harus disosialisasikan, hoax itu kecil,” ujarnya

Meskipun timnya belum memiliki bukti yang kuat LE yang diusung oleh Gerindra dan PKB ini, sudah mendengar Paslon Gubernur Riau lainnya ada yang menggunakan politik uang untuk meraih dukungan masyarakat,” Tim kita terus memantau dilapangan, jika ditemukan dengan bukti yang kuat kita akan laporkan ke Bawaslu,” imbuhnya.

Sementara itu ketua koalisi pemenangan Paslon Gubernur Riau nomor urut  2 Lukman Edi-Hardianto, H Nurzahedi SE, meminta kepada tim pemenangan mengawasi pergerakan tim Paslon lainnya terutama terkait politik uang di hajatan Pilgubri.

“Tim pemenangan dan relawan kita ada ditingkat RT, untuk itu saya minta untuk mengawasi peraktek politik uang. Kalau memang ada beserta bukti-bukti kita lapor ke Bawaslu. Kalau Bawaslu tak menindak, tentu kita juga ada cara lain,” ujarnya.

Sedangkan untuk Paslon Gubernur Riau nomor urut 2 Lukman Edi-Hardianto, Edi Tanjung biasa ia disapa, tidak akan menggunakan cara-cara kotor untuk pemenangan. Sebab dia meyakini masyarakat Riau sudah cerdas dalam menentukan pilihan.

” Kita merebut hati rakyat dengan visi dan misi serta program Paslon Gubernur nomor urut 2 salah satunya mengalokasikan dana desa Rp1 miliar perdesa. Tidak menggunakan cara-cara kotor seperti politik uang. Meskipun hanya dengan cara itu, hasil survei internal kita terbaru, Paslon nomor urut 2 masih unggul dari Paslon Guberbur lainnya,” imbunya. ***(Tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: