Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Hukum & Kriminal / Polisi bantah isu orang gila serang ulama di Bekasi

Polisi bantah isu orang gila serang ulama di Bekasi

Pelaku penipuan peminta sumbangan yang beritanya dipelintir oleh pihak tak bertanggung jawab hingga menjadi hoax dan viral di media sosial. (Kredit: Tempo)

Bekasi (RiauNews.com) – Berita penyerangan orang gila terhadap seorang ulama di Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, yang viral di jagad media sosial sejak Rabu (21/2/2018) petang sampai hari ini, ditegaskan sebagai berita bohong alias hoaks.

“Tidak ada penyerangan terhadap ulama,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Komisaris Besar Candra Kusuma, Kamis (22/2/2018), dikutip Tempo.



Dalam video yang beredar, seakan ada orang gila ditangkap warga di Desa Karang Satria, karena menyerang Ustad Ridwan Dzakir. Penangkapan itu lalu dikaitkan dengan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan, dalam keterangan yang tersebar di media sosial, orang yang ditangkap itu berpura-pura gila dan menyerang ulama. Adapun korban penyerangan sampai berdarah-darah, pintu didobrak, dan ditemukan berbagai macam senjata tajam. Seorang perempuan dalam video terekam berkata sekarang sedang musim PKI. “Itu tidak benar, informasi itu hoax,” ucap Candra.

Kejadian sebenarnya, kata Candra, pada Rabu pagi tersebut, dua orang peminta sumbangan datang ke Sekretariat Dewan Kemakmuran Masjid Jami Al-Qursiah. Keduanya adalah Imanuel Fajar Wibowo Putra, yang mengaku sebagai mualaf dengan nama baru M. Fajar Wibowo. Satu lagi adalah WN, anak buahnya. “Mereka bertemu dengan anaknya Ustad RD,” ujar Candra.

Menurut Candra, keduanya lalu dipertemukan dengan Ustad Ridwan Dzakir. Sampai di rumah sang ustad, kata dia, Fajar Wibowo tak diberi uang untuk pulang ke Merak, Banten. Karena itu, mereka lalu meninggalkan rumah Ustad. Dalam perjalanan menuju ke sekretariat, Fajar Wibowo mengumpat dengan kata-kata tidak sopan. “Santri tersinggung, lalu diamankan warga,” kata Candra.

Dalam penangkapan itu, ada warga yang merekam menggunakan telepon seluler. Video itu lalu disebar di media sosial, dan dikaitkan dengan isu orang gila menyerang ulama dan isu PKI. Video tersebut pun viral. “Satu orang penyebar hoax sedang kami periksa,” kata Candra.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: