Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Hukum & Kriminal / Polda Riau sudah periksa 68 saksi terkait kasus dugaan pengelapan dan penipuan oelh oknum DPRD Riau Sari Antoni

Polda Riau sudah periksa 68 saksi terkait kasus dugaan pengelapan dan penipuan oelh oknum DPRD Riau Sari Antoni

Audiensi perwakilan Aliansi Mahasiswa Bumi Lancang Kuning Bersatu, dengan Polda Riau, Rabu (6/11/2019). (Foto: Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com) – Polda Riau mengaku telah melakukan pemeriksaan 68 saksi terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang petani kelapa sawit, Pujud Kabupaten Rohil, Provinsi Riau senilai Rp298 miliar.



“Kasus tersebut masih dalam tahap proses penyelidikan. Polda sudah melakukan pemeriksaan 68 orang saksi serta sudah mendatangkan beberapa saksi ahli, serta telah meminta pelapor untuk melengkapi barang bukti,” kata Kasubdit I Direktorat Reskrimum Polda Riau, AKBP Hardian Pratama SIK dihadapan perwakilan unjuk rasa

Aliansi Mahasiswa Bumi Lancang Kuning Bersatu, ketika melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Riau, Rabu (6/11/2019).

Dalam aksinya para mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan agar Sari Antoni mundur dari anggota DPRD Provinsi Riau karena dinilai tidak layak menjadi wakil rakyat.

Korlap aksi demo dalam orasinya di depan DPRD Riau, Cornelius, Rabu (6/11/19).

Digelarnya aksi ini kata Cornelius karena lambatnya penanganan perkara oleh Polda Riau, dugaan penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat Pujud Kabupaten Rokan Hilir sebesar Rp 298 miliar, yang dilakukan oleh Sari Antoni selaku pengelola Koperasi Sejahtera Bersama (KSB).

Sari Antoni awalnya dipercaya masyarakat sebagai pengelola hasil panen kebun kelapa sawit seluas 1102 Hektar di Wilayah Pujud Kabupaten Rokan Hilir.

“Kami Aliansi Mahasiswa Bumi Lancang Kuning Bersatu mendesak Polda Riau untuk menangkap dan menahan Sari Antoni yang diduga keras melakukan penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat Pujud Rokan Hilir sebesar Rp. 298 miliar,” kata Cornelius.

Dilanjutkan bahwa Aliansi Mahasiswa Bumi Lancang Kuning Bersatu menyatakan mosi tidak percaya kepada Sari Antoni.

“Apabila tuntutan kami tidak diindahkan dalam jangka 7 hari terhitung sejak tuntutan ini dibacakan, maka kami akan melakukan perlawanan secara terus menerus,” tegasnya.***

 

Pewarta: Edi Gustien

Komentar