22 Oktober 2018
Home / News / Nasional / PGI anggap surat tuntutan PGGJ hal biasa

PGI anggap surat tuntutan PGGJ hal biasa

Ketua PGI Albertus Patty.

Jakarta (RiauNews.com) – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Albertus Patty menganggap surat tuntutan yang dilayangkan Persekutuan Geraja-Geraja Jayapura (PGGI) kepada pihak Masjid Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, adaah hal yang biasa.

“Kan biasa-biasa saja kalau orang boleh nulis surat lalu di sana gimana nanggepin-nya, nanggepin juga oleh orang-orang yang tinggal di sana puluhan tahun juga. Jadi ya biasa-biasa saja,” kata Albertus, dikutip dari laman Republika, Rabu (21/3/2018).



Albertus berharap dialog maupun rapat yang dilakukan di kalangan masyarakat Sentani, Jayapura, Papua, berlangsung dengan baik. Ia meyakini persoalan menara masjid yang ditolak warga setempat bisa diselesaikan dengan kearifan lokal di sana.

“Ya kan dialog yang dilakukan bagus, dan kita harapkan berlangsung dengan baik. tapi sebetulnya mereka juga sudah biasa menyelesaikan segala sesuatu dengan baik-baik. mereka punya kedewasaan dan kematangan sendiri,” tuturnya.

Albertus mengatakan, pihaknya sudah mengecek ke masyarakat di Sentani. Masyarakat di sana mengatakan persoalan tersebut adalah hal biasa yang bisa diselesaikan kearilan lokal setempat.

“Iya kami sudah ngecek ke sana, di sana bilang enggak ada apa-apa, ‘di sini kita selesaikan sendiri secara adat’, kira-kira gitu ya,” ujarnya.

Ditambahkan Albertus, masyarakat di sana punya local wisdom yang bisa menyelesaikan ini sendiri.

“Ngapain Jakarta ngikut, ini gara-gara ada yang iseng mem-blow up-nya sampai ke nasional, hingga yang lainnya ikut, padahal enggak ada apa-apa di sana,” kata Albertus.

Sebelumnya, terdapat sikap dari PGGJ yang menolak dibangunnya menara Masjid Al Aqsha Sentani, lantaran lebih tinggi dari gereja dan bangunan di sekitarnya, serta delapan tuntutan lainnya, diantaranya dilarang berdakwah, azan mengenakan pengeras suara dan melarang siswa sekolah mengenakan pakaian yang menampakkan corak agama.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: