Sel 16 Safar 1441 H, 15 Oktober 2019
Home / Spesial Riau / Pernyataan Polri Soal Asap di Riau Sudah Clear Tidak Sesuai Kenyataan

Pernyataan Polri Soal Asap di Riau Sudah Clear Tidak Sesuai Kenyataan

Asap kian pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (20/9/2019), tidak sesuai dengan pernyataan Polri yang mengatakan asap di Kota Pekanbaru sudah clear. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com)- Pernyataan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan.



Hal itu kata Iqbal berdasarkan pemantauannya langsung di Pekanbaru, Riau saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke lokasi asap.

“Di sana situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.12 WIB semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jumat (20/9/2019) seperti dikutip dari www.okezone.com.

Iqbal mengatakan, masyarakat pun sudah bisa leluasa beraktivitas seperti biasanya. Anak-anak yang sebelumnya diliburkan kini sudah kembali ke sekolah.

“Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa yang sekolah, yang beribadah berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak ramai. Jadi tidak seutuhnya benar bahwa asap itu sangat darurat disitu di Pekanbaru,” ungkapnya.

Namun demikian, kata dia, kondisi itu baru terlihat di Pekanbaru. Untuk wilayah lainnya seperti di Kalimantan pihaknya belum bisa memastikan langsung hal tersebut. “Saya belum mengecek di daerah lain ya saya kira itu,” tuturnya.

Iqbal mengklaim, bahwa sejauh ini penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah efektif.

“Kan bisa lihat publik 249 (jadi tersangka) loh, banyak korporasi dan ini akan terus di dalami dan progres tidak nutup kemungkinan ada tersangka baru dan pasal baru, ada beberapa oknum yang akan kita temukan ketika penyidik andalan Mabes dikirim ke sana dan dipimpin direktur berpangkat bintang 1 Pak Fadli disitu udah satu minggu,” ujarnya.

Namun apa yang dikatakan M Iqbal, bertolak belakang dengan kondisi sebenarnya, asap pekat pada Jumat (20/9/2019) pagi masih menyelimuti Kota Pekanbaru, bahkan tambah pekat.

Kosentrasi Partikulat PM10 yang ditunjukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 207.

Angka itu menunjukkan kondisi udara yang ditampilkan alat milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Sangat Tidak Sehat.

Sampai kini, seluruh sekolah mulai dari PAUD sampai tingkat SMP di Kota Pekanbaru diliburkan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil kebijakan itu lantaran kualitas udara di Ibukota Provinsi Riau memang buruk.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, melihat kondisi kabut asap yang sampai saat ini masih belum kunjung membaik maka siswa masih diliburkan.

“Sampai hari Sabtu tanggal 21 September 2019,” kata Jamal seperti dikutip dari halloriau.com

Ia meminta para guru agar memberikan tugas kepada siswa. Para orang tua juga diminta agar mengawasi anak-anak di rumah.

“Kita harapkan guru memberikan tugas pelajaran kepada siswa di rumah dan orang tua melakukan pengawasan,” kata dia.

Selain meliburkan sekolah, ratusan warga mendatangi posko dan rumah singgah yang disediakan Pemko Pekanbaru. Mereka mengeluhkan sesak nafas dan juga batuk.

Ada puluhan posko dan rumah singgah yang disediakan Pemko Pekanbaru di seluruh kecamatan. Puskesmas serta kantor pemerintah dimanfaatkan sebagai posko dan rumah singgah untuk menangani penderita ISPA akibat dampak kabut asap.***

Pewarta: Tien

Komentar