17 Februari 2019
Home / News / Nasional / Perjalanan maut pemasangan SWL di Pulau Sibesi

Perjalanan maut pemasangan SWL di Pulau Sibesi

Tim Pemasang Sensor Water Level di Pulau Sibesi yang dekat dengan Anak Gunung Krakatau, dipimpin Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Sugarin.

Jakarta (RiauNews.com) – Informasi dini Tsunami yang terjadi di sepanjang peraian Indonesia tidak terlepas dari peran penting Sensor Water Level (SWL), yaitu alat pendeteksi perubahan ketinggian air laut.

“Alat ini fungsinya untuk mengetahui perubahan ketinggian air laut yang menjadi bagian rekonfirmasi keputusanp peringatan dini Tsunami,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Sugarin, kepada RiauNews, Jumat (11/1/2019).

Dikatakan Sugarin, pihaknya juga telah menambah SWL di sekitar Pulau Sibesi yang dekat dengan  Anak Krakatau di Selat Sunda, Selasa (1/1/2019) lalu dengan menggunakan kapal TNI Angkatan Laut, KRI Torani 860 yang dikomandani Mayor Laut (P) Agus Daryono.

“Pemasangan alat ini seperti menantang maut, karena kondisi Anak Gunung Krakatau ketika itu dalam keadaan aktif,” kata Sugarin mengenang tugas yang mereka laksnakan.

Ditambahkan Sugarin, khusus di Selat Sunda sensor Seismic yang terpasang ada enam unit dengan fungsi mencatat getaran setara dengan 3,4 Skala Magnitudo.

“Bila terjadi gempa alat ini secara online akan meneruskannya ke Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, selanjutnya petugas akan melihat catatan yang terdeteksi oleh SWL terkait perubahan level air di sekitar Selat Sunda, diantaranya yang terpasang di PLTU Labuhan, Pulau Sibesi, Dermaga Merak dan Dermaga Bakauheni, serta beberapa Tide Gauge BIG” ujarnya memaparkan.

Selanjutnya, imbuh Sugarin, dari analisa petugas InaTEWS, baru dapat dipastikan apakah catatan getaran 3,4 Skala Magnitudo tersebut berpotensi Tsunami atau tidak.

 

Pewarta (Pepen)

Komentar
%d blogger menyukai ini: