Kamis, 23 Januari 2020
Home / Spesial Riau / Pengangkatan Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau Terindikasi KKN, JIPIKOR Gelar Aksi Demo

Pengangkatan Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau Terindikasi KKN, JIPIKOR Gelar Aksi Demo

Aksi demo masa Jipikor di kantor Gubernur Riau, mereka memprotes pengangkatan pejabat eselon III dan IV Pemprov Riau terindikasi KKN. (Foto: istimewa)

 

PEKANBARU (RiauNews.com)-Pengangkatan sejumlah kerabat Gubernur Riau Syamsuar dan istri Sekdaprov Riau Yan Prana, menjadi pejabat eselon III dan IV terus menuai polemik.



Aksi protes terhadap kebijakan yang terindikasi KKN tersebut disampaikan sejumlah masa yang tergabung dalam Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (Jipikor), Senin (13/1/2020) siang, di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Riau.

Dalam orasinya, masa mendesak Gubernur Riau, Syamsuar membatalkan pemberhentian dan pengangkatan pejabat eselon III dan IV yang tertuang dalam SK bernomor KPTS.45/I/2019.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyaknya kerabat dan keluarga yang memiliki jabatan strategis akan membuat sistem pemerintahan bersifat dinasti, dan diduga akan mengarah kepada Tindak Pidana Korupsi,” kata Orator JIPIKOR, Isaldi dalam orasinya.

Masa aksi juga mendesak Syamsuar dan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya untuk mengangkat dan melantik ulang pejabat eselon III dan IV berdasarkan undang – undang dan peraturan yang berlaku.

“Termasuk jabatan eselon III dan IV yang akan dilantik nantinya, meminta Menpan-RB RI untuk segera mengevaluasi pelantikan eselon III dan IV oleh Pemprov Riau pada Selasa, 7 Januari 2020 lalu,”tegasnya .

“Meminta KPK RI bersama Kemenpan-RB untuk membentuk tim, guna melakukan investigasi terhadap proses pengangkatan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Provinsi Riau, lantaran diduga telah terjadi kegiatan jual beli jabatan,” terangnya.

Masa mengancam jika dalam 2 x 24 aksi protes mereka tidak diindahkan, Jipikor akan melakukan aksi besar-besaran. “Kami akan terus mengawal proses pelantikan ini sampai selesai,” kata Isnaldi.***

 

Pewarta: Edi Gustien

%d blogger menyukai ini: