23 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Pemkab Bandung tetapkan KLB atas tragedi miras oplosan yang renggut 33 nyawa

Pemkab Bandung tetapkan KLB atas tragedi miras oplosan yang renggut 33 nyawa

Polisi saat menyita minuman keras oplosan dari sebuah warung di Kabupaten Bandung. (Kredit: iNews)

Bandung (RiauNews.com) – Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas tragedi minuman keras oplosan, yang menyebabkan 89 orang menjadi korban dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, 33 diantaranya meregang nyawa, yakni 30 orang di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, sedangkan di RSUD Majalaya 3 orang.



Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira menegaskan, pemerintah telah menetapkan KLB atas peristiwa tewasnya puluhan warga akibat miras. “Statusnya sudah menjadi KLB,” kata Sofian Nataprawira di RSUD Cicalengka, yang dikutip RIaunews.com dari iNews.com, Selasa (10/4/2018).

Dia menjelaskan, miras oplosan yang dikonsumsi para korban sudah jadi atau siap minum. Jadi tidak ada korban yang meraciknya lagi. Selain itu, para korban tidak menenggak itu secara langsung, namun pada hari-hari berbeda.

“Oplosannya dalam kemasan sudah jadi. Barangnya dari luar, kami bersama kepolisian akan berkoordinasi dan mengungkap kasus ini, yang jelas Kabupaten Bandung merupakan pasar potensial untuk peredaran miras ini,” kata Sofian.

Dia melanjutkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sudah melaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkaitan status KLB kasus miras oplosan. Langkah pencegahan agar kejadian serupa tak terulang, petugas Satpol PP, pihak kecamatan, kelurahan, hingga desa telah diintensifkan untuk memberikan imbauan kepada warga soal bahaya miras oplosan.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: