20 September 2018
Home / Utama / Pedagang kartu selular minta Presiden berhentikan Menkominfo Rudiantara

Pedagang kartu selular minta Presiden berhentikan Menkominfo Rudiantara


Jakarta (RiauNews.com) – Kebijakan pemerintah yang membatasi kepemilikan tiga kartu seluler prabayar untuk satu nomor induk kependudukan (NIK), masih dipermasalahkan para pedagang kartu perdana.

Ribuan pedagang yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) kembali menggelar aksi di depan Istana Negara pada Selasa dan Rabu (8-9/5/2018), sebagai lanjutan aksi serupa yang dilakukan pada 2 April 2018 silam.

Massa yang berunjuk rasa merupakan perwakilan pedagang seluler dari Jabodetabek ditambah perwakilan dari sejumlah kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

Ketua Umum KNCI Qutni Tysari mengatakan, aksi kali ini membawa dua tuntutan kepada pemerintah. Yaitu, memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus aturan pembatasan registrasi mandiri satu nomor induk kependudukan (NIK) hanya untuk tiga kartu perdana. Kemudian, memohon Presiden Jokowi mencopot Menkominfo Rudiantara.

“Target aksi, negoisasi minimal adalah dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Di luar pihak Istana (menerima kami), itu kami tidak bersedia dan tetap bertahan melakukan aksi,” ujar Qutni di Jakarta dalam siaran pers.

Qutni mengatakan, pembatasan registrasi satu NIK hanya tiga kartu perdana yang dikeluarkan Kemenkominfo, telah menjadi pembahasan dan tuntutan panjang KNCI sejak Juli 2017. Namun hingga kini, upaya dialog dengan Kemenkominfo tak menghasilkan apapun.

Bahkan janji Kemkominfo pada 7 November 2017 untuk menyelenggarakan sistem registrasi di outlet sebagai solusi, juga tidak terealisasi. “Pembatasan registrasi mandiri satu NIK tiga kartu perdana tidak hanya mematikan outlet selaku UMKM, tapi juga merugikan masyarakat,” kata Qutni.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: