14 Desember 2018
Home / News / Nasional / MUI: Tuntutan pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha Sentani sulit dipenuhi

MUI: Tuntutan pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha Sentani sulit dipenuhi

Menara Masjid Al-Aqsha Sentani yang masih dalam pembangunan. (Kredit: istimewa/Viva)

Jayapura (RiauNews.com) – Merespon permintaan atau lebih tepatnya tuntutan yang dilayangkan Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGKJ) agar menara Masjid Al-Aqsha Sentani dibongkar, Majelis Ulama Indonesia Papua mengatakan itu adalah permintaan yang sulit dilakukan.

“Papua adalah wilayah NKRI, karena itu aspirasi tidak bisa serta merta, bisa langsung diaplikasikan. Kami hormati aspirasi dari teman-teman,” kata Ketua MUI Papua, Saiful Islam Al-Payage, sebagaimana dilansir laman VIVA, Ahad (18/3/2018).



Dia menekankan, seharusnya dalam penyampaian aspirasi ini bisa dibahas secara internal tanpa harus diketahui publik. Apalagi, terkait masalah tempat ibadah yang bisa menjadi isu sensitif.

Menurutnya, pihak PGGKJ bisa meminta mediasi DPRD dengan melibatkan MUI, serta ormas Islam dalam penyelesaian masalah ini.

“Teman-teman kan bisa aspirasi ke DPR. Hal-hal semacam ini tidak bisa disampaikan secara vulgar, luas, karena efeknya itu bisa berbahaya. Ini sensitif masalah agama,” ujar Payage.

Kemudian, rencananya MUI akan menggelar rapat internal untuk menentukan sikap. Kata dia, dijadwalkan perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta ormas Islam lain akan diajak dalam rapat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGKJ) menginginkan menara Masjid Al-Aqsha di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura dibongkar. Tuntutan ini, karena menara Masjid Al-Aqsha melebih tinggi gereja-gereja di sekitarnya.

Ketua Umum PGGKJ, Pendeta Robbi Depondoye mengatakan, pembongkaran harus dilakukan selambat-lambatnya pada 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi dilayangkan.

“Pernyataan ini kami sampaikan kepada pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Jayapura, DPRD, dan Polres Kabupaten Jayapura. Maka kami mulai hitung. Hari ini adalah hari pertama, sampai 14 hari ke depan,” ujar Robbi.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: