19 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Kuasa hukum Jasriadi wacanakan seret aktor intelektual yang menjerat kliennya

Kuasa hukum Jasriadi wacanakan seret aktor intelektual yang menjerat kliennya

Jasriadi didampingi kuasa hukum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. (Kredit: Riau Mandiri)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kuasa hukum Jasriadi, Dedi Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menggugat balik pihak-pihak atau aktor intelektual, yang diduga telah merekayasa dan mem-blow up kasus yang ditimpakan kepada kliennya.

“Kami sudah wacanakan dan diskusi persoalan itu. Kalau bisa dibuktikan secara hukum akan kami lakukan,” tutur Dedi yang juga merupakan bagian dari tim advokasi muslim, usai persidangan pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat (6/4/2018).



Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau “hanya” menjatuhkan vonis 10 bulan penjara terhadap Jasriadi. Pria 33 tahun yang disebut bos Saracen itu dinilai terbukti melakukan akses ilegal media sosial “Facebook”.

Dalam pembacaan putusannya di Pekanbaru, Jumat, Hakim Asep Koswara sebagai pimpinan majelis menyatakan Jasriadi terbukti melanggar Pasal 46 ayat (2) jo pasal 30 ayat (2) undang-undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang informasi elektronik.

Selain itu, dalam putusannya hakim juga menyatakan bahwa opini yang telah terbentuk di masyarakat yang menyebut kelompok Saracen sebagai penyebar ujaran kebencian dan isu suku, agama, Ras antara golongan (SARA) tidak terbukti.

Anggota majelis hakim Riska mengatakan sejak kasus Saracen bergulir, banyak media menyebut bahwa Saracen merupakan kelompok penyebar kebencian dan Sara. Akibatnya, opini tersebut melekat di masyarakat hingga berakibat pada disintegrasi bangsa.

“Sejak kasus muncul di media, sudah terbentuk opini bahwa Saracen bersifat negatif untuk menyebarkan ujaran kebencian. Yang mengacu pada SARA, yang berakibat pada disintegrasi bangsa,” katanya membacakan amar putusan.

Dia mengatakan Jasriadi yang menjadi pengelola website Saracen tidak terbukti mengunggah ujaran kebencian atau termasuk menerima aliran dana ratusan juta rupiah seperti dituduhkan kepada pria 33 tahun tersebut. Begitu juga terkait tuduhan bahwa Jasriadi membuat 800.000 akun “facebook” anonim untuk menyebarkan Sara dan ujaran kebencian tidak terbukti.

“Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama di persidangan, Majelis hakim tidak menemukan fakta tersebut sebagaimana opini yang beredar selama ini,” katanya.***(Antara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: