23 September 2018
Home / News / Politik / KPU siap hadapi gugatan pasangan Lukman Edy-Hardianto

KPU siap hadapi gugatan pasangan Lukman Edy-Hardianto

Komisioner KPU Riau, Ilham Yasir.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Pasangan calon Gubernur Riau nomor urut 2 yakni Lukman Edy-Hardianto sebelumnya menggugat Komisi Pemiihan Umum (KPU) Povinsi Riau yang meloloskan tiga pasangan lainnya, meski dianggap telah melakukan pelanggaran.

Pasangan dengan nomor urut 2 ini, melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, dan mulai hari ini, Senin (2/4/2018) hingga Kamis (5/4), akan dilakukan sidang secara maraton.



Terkait hal ini, KPU Riau menyatakan siap untuk menghadapi gugatan tersebut, sebagaimana yang diungkapkan Divisi Hukum dan Pengawasan Komisioner KPU Riau Ilham Muhammad Yasir, di Pekanbaru, Ahad (1/4/2018)

“Benar KPU digugat oleh salah satu pasangan calon terkait Surat Keputusan penetapan pasangan calon, hari ini sedang proses di PTUN memasuki sidang kedua,” kata Ilham.

Dijelaskan mantan wartawan salah satu koran yang terbit di Pekanbaru ini, adapun agenda sidang adalah, pada Senin sidang alat bukti, Selasa menampilkan saksi pemohon, kemudian Rabu menghadirkan saksi KPU dan Kamis kesimpulan atau putusan.

“Dalam gugatannya pasangan calon nomor urut 2 telah menggugat SK penetapan Pasangan calon nomor urut 1 dan 3 karena menduga keduanya melakukan mutasi. Tetapi itu harus dibuktikan secara alat pada PTUN nanti,” tambahnya.

Ditanyakan terkait hasil keputusan, Ilham mengatakan semua akan dijalankan sesuai PTUN. Jika memang terbukti, maka pihaknya akan menjalankan perintah pengadilan.

“Kalau harus diskualifikasi akan dilakukan, sebaliknya kalau tidak piha penggugat harus menerima,” pungkasnya.

Dikutip Riaunews.com dari laman Antara, sebelumnya diberitakan pasangan Cagubri Lukman Edy-Hardianto mengaku tidak puas dengan keputusan Badan Pengawas Pemilihan Umum setempat dan kembali menggugat KPU ke PTUN di Medan.

Pasangan Cagubri dan Wacagubri Lukman Edy-Hardianto.

“Kita menggugat KPU Riau karena telah meloloskan pasangan calon 1 dan 3 yang melanggar Pasal 71 UU No 10 Tahun 2016. Disebabkan petahana telah terbukti melakukan pergantian pejabat (mutasi). Padahal seharusnya 6 bulan sebelum penetapan calon dan setelah penetapan calon tidak boleh melantik pejabat,” kata kuasa hukum Lukman Edy, Raden Adnan di Pekanbaru, Sabtu (31/3/2018).

Adnan menjalaskan, kliennya melaporkan 3 paslon cagub Riau yakni nomor urut 1 (Syamsuar-Edy Natar), 3 (Firdaus-Rusli Effendi) dan 4 (Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno). Menurut Adnan, ketiga cagub tersebut statusnya kepala daerah. Syamsuar Bupati Siak, Firdaus Wali Kota Pekanbaru dan Arsyadjuliandi Rachman Gubernur Riau.

Lukman Edy ingin Bawaslu Riau membatalkan keputusan KPU terkait penetapan tiga pasangan calon tersebut. Saat ini gugatan Lukman Edy telah diterima PTUN dan para pihak sudah menghadiri sidang perdana.

“Minggu depan agendanya melakukan pemeriksaan pokok perkara. Sesuai dengan aturan yang ada, kepala daerah yang ikut pilkada tidak boleh merotasi pejabatnya. Namun hal itu dilakukan ketiganya,” tambah Adnan.

Jika PTUN mengabulkan gugatan Edy-Hardianto, maka mereka akan menjadi calon tunggal pada Pilgubri 2018 nanti.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: