22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / KPK belum akan panggil Puan Maharani dan Pramono Anung

KPK belum akan panggil Puan Maharani dan Pramono Anung

Puan Maharani (kiri) dan Pramono Anung disebut Setya Novanto ikut nikmati uang panas korupsi KTP-e.

Jakarta (RiauNews.com) – Ucapan Setya Novanto yang mengatakan bahwa dua kader PDIP, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung ikut kecipratan uang panas megakorupsi proyek KTP elektronik (KTP-e), ternyata belum bisa menjadi dasar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memanggil keduanya.

Ketua KPK Agus Rahardjo menegakan hal tersebut dengan alasan pihaknya belum menemukan fakta lain.

“Kalau kita belum menemukan apa-apa, masa akan dipanggil? Itu kan baru omongan, ya. Jadi, kita cari fakta yang lain lah. Kita kan enggak bertindak, enggak bisa bertindak hanya berdasarkan omongan kan,” kata Agus saat ditemui dalam acara peresmian Samsat Digital di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/3/2018).



Ia menjelaskan, hingga kini dari pihak KPK belum ada mengarah ke orang-orang yang namanya disebut oleh Setnov. Namun, jika Setnov dapat diajak bekerja sama, ia kemungkinan bisa dijadikan justice collaborator (JC).

“Oh iya itu akan jadi pertimbangan, konsistensi. Karena kalau JC mengakui kesalahannya. Bahwa dia melakukan itu. Dia mengakui itu belum tersirat iya kan. Selalu kita lihat kan, konsistensi dia, dia mengakui salah aja belum,” kata Agus menjelaskan.

Untuk diketahui, Setnov menyebut nama Puan Maharani dan Pramono Anung menerima uang sebesar 500 ribu dolar AS dari proyek KTP-el. Uang tersebut diberikan oleh Made Oka Masagung. Setnov juga menyebut dua politisi PDIP lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey.

Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Novanto mengatakan, dirinya mengetahui hal tersebut setelah Oka dan Andi Agustinus alias Andi Narogong berkunjung ke rumahnya. Mereka memberitahukan kepada Novanto uang dari proyek KTP-el sudah dieksekusi kepada beberapa pihak di DPR RI. Puan dan Pramono telah membantah keterangan Setnov ini.*** (Republika)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: