Sen 22 Safar 1441 H, 21 Oktober 2019
Home / Nasional / Kepopuleran Jokowi dan Prabowo menurun

Kepopuleran Jokowi dan Prabowo menurun

Prabowo Subianto (kiri) saat berjumpa dengan Presiden RI Joko Widodo.

Jakarta (RiauNews.com) – Lembaga survei Median merilis hasil survei yang mereka lakukan pada 1 hingga 9 Februari 2018, dimana elektabilitas Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menurun, sementara beberapa tokoh nasional lainnya justru mengalami kenaikan.

Meski demikian menurut mereka, jika Pilpres dilakukan sekarang, maka Jokowi masih keluar sebagai suara, dimana berdasarkan hasil survei tersebut, masyarakat yang memilih mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebanyak 35,0 persen, turun dibandingkan Oktober 2017 lalu yang mencapai 36,2 persen.



Sementara, responden yang memilih Prabowo sebesar 21,2 persen. Angka ini juga turun dibandingkan survei Oktober 2017 di mana elektabilitas Prabowo 36,2 persen.

“Pak Jokowi dan Prabowo mulai memudar elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Sementara itu, calon presiden alternatif yang menjadi penantang kedua tokoh mengalami peningkatan elektabilitas.
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kini dipilih oleh 5,5 persen responden, naik dibandingkan Oktober lalu yang hanya 2,8 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga elektabilitasnya naik tipis dari 4,4 persen ke 4,5 persen.

Komandan Satuan Tugas Bersama Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 dari Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga mengalami peningkatan elektabilitas dari semula dibawah 1 persen ke 3,3 persen.

Rico mengatakan, popularitas Jokowi sebagai petahana sulit meningkat karena kinerja pemerintah yang tidak memuaskan publik, khususnya di bidang ekonomi.

Berdasarkan hasil survei, responden menaruh perhatian pada berbagai masalah ekonomi seperti kesenjangan ekonomi, harga kebutuhan pokok yang tinggi, hingga tarif listrik yang tinggi.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampel berjumlah 1000 responden, dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.*** (Kompas)

Komentar

Tinggalkan Balasan