Selasa, 21 Januari 2020
Home / Hukum & Kriminal / Kembali dugaan korupsi di Dispora Riau dilaporkan ke Polda

Kembali dugaan korupsi di Dispora Riau dilaporkan ke Polda

PEKANBARU (RiauNews.com) – LSM Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (PKA-PPD) menemukan dugaan korupsi pada dua kegiatan di Dispora Provinsi Riau. Kegiatan tersebut adalah pelatihan kepemimpinan dan kemandirian pemuda dan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan sosialisasi penyuluhan bahaya Narkoba, HIV/AIDS di Dispora Riau.



“Temuan kami, diduga ada penyalahgunaan anggaran APBD Provinsi Riau didua kegiatan tersebut,” jelas ketua LSM DPD PKA-PPD Provinsi Riau, Dra Misrawati didampingi dewan pembina Rosidin Daud M ditemui di DPRD Riau, Kamis (31/10/2019).

Misrawati memaparkan untuk kegiatan pelatihan kepemimpinan dan kemandirian pemuda dengan anggaran Rp1.980.000.000,00 (Rp 1,98 miliar) yang digelar selama satu tahun dari 1 Januari hingga 30 Desember 2019, diduga tidak sesuai dengan nominal pengeluaran dana dan pelaksanaan baik dalam bukti kerja dan kebutuhan perlengkapan seperti tertuang dalam rincian NO DPA SKPD 1.02.13.1.02.13.01.16.019.5.2.

“Dari hasil investigasi kami, ada 9 point yang tidak sesuai dengan DPA seperti pakaian lapangan dan pakaian batik, makan minum peserta tidak sesuai harga atau diduga di markup. Belanja perjalanan dinas luar daerah, jumlah kegiatan dikurangi dan lainnya,” terang Misrawati.

Untuk kegiatan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan sosialisasi penyuluhan bahaya Narkoba, HIV/AIDS di Provinsi Riau dengan NO DPA SKPD 1.02.13.01.18.002.5.2 dengan anggaran Rp1,992,140.000.00 ditemukan dugaan jumlah peserta tidak sesuai DPA, dari 3000 peserta yang ada hanya 1000 yang mengikuti deklarasi HIV/AIDS pada 27 Oktober 2019 lalu.

” Sebelum deklarasi tersebut ada kegiatan sosialisasi di tiga kabupaten, Kampar, Pelalawan dan Siak. Hasil investigasi kami diduga jumlah peserta, uang transportasi peserta, honor MC pembaca doa tidak sesuai dengan DPA. Termasuk baju kaos ATK peserta tidak diberikan,” bebernya.

Untuk itu Misrawati meminta kepada Kapolda Riau untuk mengusut dugaan korupsi didua kegiatan tersebut. ” Kami juga sudah menyurati Gubernur Riau/Wakil Gubernur Riau untuk bersikap terhadap temuan kami ini,” imbuhnya.

Sementara itu Kadispora Provinsi Riau Doni Aprialdi mengatakan, apa yang disampaikan oleh LSM itu tidak benar,” Kami masih menyusun LPJ kegiatan tersebut, karena kegiatan baru selesai. Jadi dasar dari mana LSM tersebut mengatakan ada dugaan korupsi sementara kita baru menyusun LPJnya?” Kata Doni, Kamis (31/10/19) melalui ponselnya. ***

 

Pewarta: Edi Gustien

%d blogger menyukai ini: