21 Agustus 2018
Home / News / Nasional / Jokowi: Kritik kalau ‘asbun’ tidak usah bicara

Jokowi: Kritik kalau ‘asbun’ tidak usah bicara

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat pembukaan Rapimnas Perindo di JCC, Senayan, Jakarta. (Kredit: Sindonews)

Jakarta (RiauNews.com) – Presiden Jokowi menganggap perbedaan pandangan itu biasa, namun tetap menjunjung sopan santun, dan adat ketimuran dengan tidak saling menghujat, menyebar berita bohong dan ujaran kebencian.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pembukaan Rapimnas Partai Perindo di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).



“Tetapi perbedaan pilihan jangan sampai mengganggu persaudaraan kita. Perbedaan pilihan jangan sampai mengganggu persatuan, kerukunan kita sebagai bangsa, sebangsa dan setanah air,” ujar Jokowi.

Laman Sindonews mewartakan, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, kritik itu penting untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. Dia menilai, tidak selamanya pemerintah benar, dan sebaliknya tidak selamanya pemerintah juga salah. Karenanya perlu kritik dan masukan.

“Tapi tolong dibedakan dengan kritik dengan cemooh, kritik dengan fitnah, apalagi kritik dengan nyinyir,” ucap Jokowi.

Jokowi meyakini, jika kritik disampaikan secara baik berdasarkan data dan fakta, maka hal tersebut sudah barang tentu akan menjadi masukan yang baik pula bagi pemerintah.

“Keritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada. Tetapi keritik itu harus berbasis data, keritik itu tidak ‘asbun’ alias. Kalau asal bunyi, tidak usah bicara. Mestinya dimaksudkan untuk mencari solusi,” tandasnya.

Pernyataan presiden tersebut ditengah “perang” kata antara Amien Rais yang mengkritik pemerintahan Jokowi, seperti program bagi-bagi sertifikat dan penguasaan hampir separo tanah di Indonesia hanya oleh segelintir orang, yang bermodal besar, dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut bahkan sempat mengancam akan membongkar kebobrokan orang yang mengkritik kinerja Pemerintahan Jokowi.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” ucap Luhut yang dikutip Republika, Selasa (20/3/2018).***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: