17 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Jasridi tak terbukti sebar ujaran kebencian, Polri tetap nyatakan Saracen secara umum bersalah

Jasridi tak terbukti sebar ujaran kebencian, Polri tetap nyatakan Saracen secara umum bersalah

Jasriadi yang disebut-sebut sebagai bos Saracen. (Kredit: Detik)

Jakarta (RiauNews.com) – Meski Jasriadi pimpinan grup Saracen tak terbukti melakukan penyebaran ujaran kebencian, sebagaimana vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat (6/4/2018) lalu, namun pihak Kepolisian RI menyatakan, hal tersebut tidak serta merta menyatakan bahwa Saracen tidak bersalah.



Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal menegaskan Saracen secara umum tetap bersalah melanggar hukum sebagai penyebar kebencian berbau SARA.

“Nah yang lain-lain (tersangka) dalam kelompok Saracen itu, itu terbukti semua,” kata Iqbal.

Baca: Kuasa hukum Jasriadi wacanakan seret aktor intelektual yang menjerat kliennya

Dikutip Riaunews.com dari Republika, menurut Iqbal, meski majelis hakim hanya memvonis Jasriadi dengan pasal akses ilegal, namun itu belum final sebab jaksa penuntut masih mengajukan banding.

“Terkait dengan vonis rendah tersangka Jasriadi, saat ini kejaksaan (Jaksa Penuntut Umum) telah mengajukan upaya banding,” kata Iqbal lagi. Sama halnya dengan JPU, pihak Jasriadi pun mengajukan banding atas vonis 10 bulan yang diterimanya.

Dijelaskan Iqbal, Jasriadi mengambil alih akun Facebook Sri Rahayu Ningsih, lalu mengubah tampilan Facebook Sri. “Jasriadi juga mengunggah, akun Sri sudah disita ‘wereng coklat’, sebelum melakukan ilegal akses, Jasriadi mengambil alih akun Sri yang mana akun tersebut telah disita oleh penyidik,” kata dia menjelaskan.

Baca: Bos Saracen dituntut dua tahun penjara

Jasriadi juga dikenai Pasal 35, melakukan manupulasi penciptaan informasi elekrtonik dengan tujuan dianggap seolah dokumen itu adalah otentik. Jasriadi melakukan pemalsuan SIM dan KTP. “Artinya kita jangan sampai mengedukasi bahwa Saracen itu abal-abal, tidak. Saracen itu terbukti salah,” lanjut Iqbal.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: