Fri 16 Rabi Al Thani 1441 H, 13 December 2019
Home / Spesial Riau / Kampar / Jalan Putus Warga 17 Desa Pikul Beras dan Sepeda Motor

Jalan Putus Warga 17 Desa Pikul Beras dan Sepeda Motor

Inilah kondisi jalan lintas alternatif Provinsi Riau-Sumatera Barat di Kampar Kiri Kabupaten Kampar yang rusak parah. (Kredit: Istimewa)

 

PEKANBARU (RiauNews.com)– Jalan lintas alternatif Provinsi Riau-Sumatera Barat di Kampar Kiri Kabupaten Kampar semakin hancur dan putus. Akibatnya sebanyak ribuan warga di 17 desa terancam kelaparan. Kondisi rusaknya jalan satu-satunya di daerah tersebut sudah berlangsung hampir lima bulan terakhir.

Sejumlah desa yang terisolasi akibat jalan putus berlumpur tersebut yakni Desa Lubuok Payuong, Tanjung Mas, Sungai Raja, Sungai Rambai, Sungai Harapan, Lubuok Oguong, Sungai Sarik, Muaraselaya, Deras Tajak, Tanjuong Karang, Batu Sasak, Kebun Tinggi, Ludai, hingga Lubuok Bigau.

“Ini sungguh tidak adil. Sangat tidak manusiawi perlakuan yang kami terima. Zolim namanya ini,” umpat Hendri, warga yang melintasi jalan ini dengan badan penuh lumpur.

Hendri mengaku untuk melewati jalan berlumpur kuning tersebut masyarakat harus mengangkat sepeda motornya disepanjang jalan yang rusak kurang lebih 3 km.

“Beras pun harus kami pikul agar tidak masuk lumpur,” ujarnya yang didampingi anaknya yang masih usia sekolah dasar itu.

Ia mengatakan, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan oleh pemerintah setempat maka tidak tertutup kemungkinan masyarakat akan terus terisolasi dan mengalami kelaparan.

Selain membutuh perhatian pemerintah yang tak kunjung menyelesaikan pembangunan jalan selama bertahun-tahun, masyarakat juga menyayangkan perusahaan yang sering melintasi jalan tersebut tanpa memberikan perhatian.

“Jalan ini tidak hanya masyarakat yang menggunakannya, ada PT PSPSI yang sudah puluhan tahun ikut memakainya. Kami tak melihat ada tindakan dari PT PSPSI terhadap jalan ini,” ujar Amirullah selaku Penasehat Mahasiswa Rantau Setingkai (HIPEMARS) dalam keterangan persnya.

Warga terpaksa memikul beras karena jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan. (Kredit: istimewa)

 

Amir mengatakan jalan ini panjangnya mencapai 80 km dari Lipatkain – Lubuk Agung – Kebun Tinggi dan berbatas dengan Provinsi Sumbar.***

Pewarta: Tien

Komentar