Kamis, 23 Januari 2020
Home / Spesial Riau / Kuantan Singingi / Ilegal logging dan PETI perparah banjir di Kuansing

Ilegal logging dan PETI perparah banjir di Kuansing

Penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang Sungan Kuantan Singingi membuat kualitas air sungai memburuk.

Pekanbaru (Riaunews.co) – Banjir yang merendam belasan kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (18/12/2019) mulai berangsur surut.

Kendati mulai surut, banjir masih merendam ribuan rumah dan membuat 8.430 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban.



Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Dianto Mampanini saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi banjir sejumlah wilayah sudah mulai surut.

“Laporan pada hari ini, tetdapat 12 Kecamatan yang direndam banjir. Pada hari ini beberapa wilayah sudah mulai surut. Sementara disebagian wilayah lainnya masih direndam banjir,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab Kuansing sambungnya, terus melakukan proses evakuasi dan salurkan bantuan kepada korban banjir.

“Ya, ada 12 kecamatan yang terdampak banjir dan ribuan KK menjadi korban banjir ini, kita lakukan upaya evakuasi korban dan mengirimkan bantuan,”tukansnya.

Dijelaskan Dianto, banjir di Kuansing merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap akhir tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, volume air banjir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Banjir ini sebenarnya sudah tiap tahun. Setiap memasuki bulan oktober hingga desember, curah hujan akan tinggi di hulu atau di Sumatera Barat, maka kita yang ada di hilir ini khususnya Kuansing dan Inhu pasti akan mengalami banjir,”paparnya.

Disinggung mengenai banjir dalam lima lima tahun terakhir cukup parah, Dianto tidak menampiknya. Ia membeberkan beberapa faktor ulah manusia sebagai penyebab semakin parahnya banjir ini.

“Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab banjir ini semakin parah. Pertama itu adannya alih fungsi hutan, bahkan aktifitas ilegal logging masih terjadi. Jadi kawasan penyangga air sudah terganggu. Selanjutnya adalah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI),”bebernya.

Tak pelak, banjir kali ini cakupannya cukup luas. “Dampak banjir cukup luas. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga merusak 1.010 hektare lahan pertanian berupa sawah padi,”bebernya.

Sebagaimana diketahui, banjir membuat aktifitas masyarakat dan perekonomian terganggu. Sejumlah sekolah diliburkan akibat ruang kelas tak luput direndam banjir.

Bahkan, kemarin Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Gubernur Riau Syamsuar dan Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima, Brigjen TNI Mohammad Fadjar meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cerenti dan Inuman, Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Pemrov juga menyalurkan 3 ton beras dan bahan makanan lain untuk korban banjir di Kuansing.

%d blogger menyukai ini: