22 September 2018
Home / Spesial Riau / Pelalawan / Harimau mangsa sapi warga Pelalawan

Harimau mangsa sapi warga Pelalawan

Harimau Sumatera.

Pangkalankerinci (RiauNews.com) – Warga di Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, saat ini resah dengan kehadiran Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di pemukiman mereka.

Seekor sapi warga menjadi korban penyerangan si raja rimba, meski tak mati namun penuh luka terkaman dan gigitan.



“Sebagian warga sekarang ketakutan karena ini pertama kali harimau menyerang ternak. Terakhir kali kejadian seperti ini tujuh tahun lalu, waktu itu harimau menyerang kambing,” kata Ujang Kirai, warga Teluk Meranti, pemilik sapi yang diterkam harimau, sebagaimana dilansir oleh Antara, Rabu (11/4/2018).

Ujang menyebut, bahwa sapinya yang masih berusia lima bulan tersebut diserang oleh kucing besar tersebut pada Senin (9/4) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca: Harimau mengganas, Kapolres Inhil imbau warga lebih waspada

Rumah Ujang tak jauh dari Sungai Kerumutan dan Jalan Lintas Bono. Sungai tersebut mengarah ke Kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, yang menjadi habitat harimau sumatra.

Kejadian penyerangan itu disaksikan langsung oleh istri dan anak Ujang, sedangkan dirinya sedang ke luar rumah untuk membeli pulsa telepon. Istri dan anaknya mendengar teriakan sapi dan menyangka ada orang yang ingin mencuri ternak mereka. Ujang mengikat sapi-sapi mereka di kebun kelapa sawit yang berjarak 30 meter dari rumah.

“Di tengah gelap orang rumah saya terkejut ketika sinar senter menyinari mata harimau. Karena ketakutan mereka langsung lari dan menelepon saya,” katanya.

Baca: Bonita muncul, pekerja sawit ceburkan diri ke kanal

Ketika tiba di rumah, Ujang langsung mengecek kondisi namun tidak menemukan apa-apa karena situasi sekeliling sangat gelap. Baru ketika matahari muncul keesokan harinya, Ujang menemukan banyak jejak-jejak harimau dan seekor sapinya terluka parah di punuk hingga sebelah kakinya.

Sapi malang tersebut terluka parah karena gigitan harimau, sehingga terpaksa disembelih. Dari bekas jejak-jejak yang ada, kuat dugaan ada dua harimau yang menyerang ternaknya.

“Jejak-jejaknya banyak. Kelihatannya ada dua harimau karena ada yang jejaknya besar-besar milik harimau dewasa dan ada jejak harimau yang lebih kecil,” kata Ujang.

Baca: Pekerja bangunan tewas diterkam harimau

Kasus konflik harimau Sumatra dengan manusia di Riau pada tahun ini mengalami peningkatan. Kasus yang paling mematikan adalah akibat harimau sumatra yang diberi nama Bonita, di daerah Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Daerah tersebut masih dalam satu lansekap Kerumutan, yang berbatasan dengan tempat kejadian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Bonita telah menyerang dua warga hingga tewas. Namun, hingga kini tim BBKSDA Riau belum berhasil menangkapnya meski tim khusus bentukan badan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu sudah memburunya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: