21 Agustus 2018
Home / News / Bisnis / Hanya andalkan bunga deposito, Bank Riaukepri akan kolaps dua tahun lagi

Hanya andalkan bunga deposito, Bank Riaukepri akan kolaps dua tahun lagi

Bank Riaukepri.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Bank Riau Kepuluan Riau (BRK) sebuah perusahaan perbankan milik Pemprov Riau, tidak menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, malah BRK yang telah ditinggalkan Pemkab Rohul ini, diprediksi akan kolaps jika tidak segera dibenahi. Hal ini diungkapkan oleh sekretaris komisi III DPRD Riau Suhardiman Ambi kepada wartawan, Kamis (26/3/2018) ditemui di DPRD Riau, “Kalau tidak ada perubahan Direksi, saya yakin BRK dua tahun kedepan akan kolaps bahkan bisa saja nasibnya sama dengan BUMD lainnya seperti PT RAL,” kata Suhardiman.

Politisi Hanura ini beralasan, hingga kini BRK tidak memiliki terobosan dalam mengembangkan bisnisnya, hal ini terlihat dari pertumbuhannya yang lamban karena hanya fokus mencari keuntungan dari bunga deposito.



Selain itu BRK dinilai Suhardiman dinilainya tak ubah seperti bank perkreditan dengan untung yang kecil hanya hitungan miliar, namun rawan terjadi kemacetan kredit bahkan ada beberapa kasus di kabupaten dan kota pemberian kredit fiktif dan berujung pada kasus pidana.

Hal ini tidak terlepas dari ketidak profesionalan manajemen BRK dalam mengelola bank yang modalnya menggunakan uang rakyat.

Masih kata Suhardiman sebagai bank milik Pemprov Riau, BRK harusnya fokus pada memberikan kredit untuk masyarakat kecil, sehingga pertumbuhan ekonomi dan keuangan dari usaha kecil menengah akan tumbuh, bukan malah mengandalkan bunga dari deposito yang rentan terjadinya kredit macet.

Kata Suhardiman sudah saatnya BRK lakukan perbaikan, mulai dari direksi, menghilangkan nepotisme serta perbaiki Sumber daya Manusianya agar jauh lebih profesional.

“Segera lakukan perubahan dan perbaikan mulai dari direksi, hilangkan nepotismenya, berantas tikus tikus dalam itu, perbaiki SDMnya maka masih ada harapan untuk berkembang.” tandasnya.

Sementara itu humas BRK Novri dimintai tanggapannya melalui WA, tidak bersedia menanggapinya. *** (Tien)

.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: