23 September 2018
Home / News / Nasional / Guruh bela Sukmawati yang isinya menyinggung cadar dan adzan

Guruh bela Sukmawati yang isinya menyinggung cadar dan adzan

Guruh Soekarnoputra. (Kredit: Kapanlagi)

Jakarta (RiauNews.com) – Guruh Sukarnoputra yang tak lain perupakan saudara dari Sukmawati Soekarnoputri, anak dari presiden pertama RI Soekarno, menganggap bahwa isi puisi yang dibacakan saudarinya itu –yang menghebohkan masyarakat, terutama di media sosial– sama sekali tidak menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Menurutnya, puisi yang dibacarakan saudaranya tersebut sebenarnya memiliki banyak arti. Persepsi masyarakat yang berbeda-beda kemudian menghasilkan opini bahwa puisi tersebut mengandung unsur SARA.



Guruh Soekarnoputra, yang juga putra dari Presiden Soekarno, mengatakan bahwa puisi yang dibacarakan saudaranya tersebut sebenarnya memiliki banyak arti. Persepsi masyarakat yang berbeda-beda kemudian menghasilkan opini bahwa puisi tersebut mengandung unsur SARA.

“Kalau saya bisa mengerti isinya, maksudnya apa, saya bisa mengerti. Artinya bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana,” ujar Guruh ditemui di Istana Negara, Selasa (3/4/2018), yang dilansir Republika.

Guruh menuturkan, siapapun termasuk Sukmawati sah-sah saja membuat puisi menggunakan kata apapun yang memang dianggap layak oleh pembuat puisi tersebut. Guruh pun meminta masyarakat bisa berpikir jernih mengenai pembacaan puisi dan melihat lebih dalam apa yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut.

Sukmawati Soekarnoputri. (Kredit: Tribunnews)

“Yang kita inginkan adalah kita semuanya berpikir jernih. Berpikir dan berbuat bijaksana dalam segala hal,” ujarnya.

Puisi Sukmawati memang mendapat pertentangan di kalangan masyarakat. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis ikut menanggapi munculnya puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang ditulis Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati. Pasalnya, dalam puisi tersebut dinilai SARA.

Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam. Karena itu, menurut Kiai Cholil, seorang yang bangga dirinya tidak mengerti tentang syariat Islam adalah suatu kecelakaan.

“Tak mengerti syariat Islam bagi pemula itu keniscayan, tapi bangga dengan tak paham syariah bagi Muslimah adalah ‘kecelakan’. Syariah itu sumber ajaran Islam yang wajib diketahui oleh pemeluknya. Syariah itu original dari Allah SWT,” ujar Kiai Cholil.

Dalam pusinya, Sukmawati juga mengungkapkan bahwa sari konde ibu Indonesia sangatlah indah dan lebih cantik dari cadar. Padahal, menurut Kiai Cholil, cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yang meyakini sebagai syariah berdasarkan dalil Alqur’an Surat an-Nur ayat 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas’ud.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: